Masjid Viral Penghadang Kayu Gelondongan di Aceh Tamiang Gelar Tarawih Perdana
Masjid di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang, yang sempat viral karena menjadi 'penghadang' lautan kayu gelondongan saat bencana banjir bandang, telah berfungsi kembali dan menggelar salat tarawih perdana pada Ramadan 1447 H. Warga terdampak bencana bersama para santri memulai ibadah dengan mendengarkan tausiah sekitar pukul 20.30 WIB, setelah salat Isya, sebelum melanjutkan tarawih sebagai tanda dimulainya bulan suci.
Pemulihan Cepat dari Bencana
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Mulkana, menyampaikan rasa syukur karena masjid sudah bisa digunakan lagi setelah dihantam banjir bandang yang membawa kayu gelondongan. Menurutnya, pemulihan yang seharusnya membutuhkan waktu setahun, berkat bantuan pemerintah dan masyarakat, dapat diselesaikan dalam kurun waktu dua bulan. Aktivitas di masjid tercatat pulih secara perdana pada 29 Januari 2026, kurang lebih dua bulan sejak bencana menerjang.
"Kerjaan yang seharusnya dikejar dalam setahun-dua tahun itu selesai dalam dua bulan kemarin. Jadi, kita ini tidak ada lagi dalam ruangan mana pun tidak ada lumpur lagi," kata Mulkana.
Kondisi Masjid Pasca-Bencana
Meski tumpukan kayu gelondongan tak lagi memenuhi halaman masjid, sejumlah kayu masih terlihat melingkari sisi kawasan. Selain itu, lapisan lumpur yang mengering juga masih tertumpuk di sisi area, menyebabkan pelataran masjid dipenuhi debu sehingga harus berulang kali disapu oleh para santri. Namun, Mulkana menegaskan bahwa masjid terbuka untuk umum dan banyak jamaah memilih beribadah di sana.
"Masyarakat umum, alhamdulillah kami juga banyak jamaah yang memang lebih memilih shalat di sini. Terbuka juga untuk siapa pun," ujarnya.
Dampak Banjir Bandang
Banjir bandang yang melanda Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Desember 2025, menyebabkan masjid ini dipenuhi kayu gelondongan dan lumpur. Foto udara menunjukkan tumpukan kayu-kayu memenuhi area pondok pesantren pascabencana. Namun, kondisi tersebut telah membaik dengan pembersihan yang dilakukan secara intensif.
Salat tarawih perdana ini menandai kembalinya fungsi masjid sebagai tempat ibadah bagi warga setempat, setelah melalui proses pemulihan yang cepat dan penuh tantangan akibat bencana alam.