Ma'ruf Amin Soroti Kehebatan KH Abdul Wahab Hasbullah dalam Bedah Buku
Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin, menghadiri acara bedah buku yang mengulas kehidupan dan perjuangan Ulama Besar sekaligus Pahlawan Nasional, KH Abdul Wahab Hasbullah. Acara ini digelar di Auditorium KH M Rasjidi, Kementerian Haji dan Umrah RI, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Dalam pidatonya, Ma'ruf Amin menyampaikan penghormatan mendalam terhadap sosok KH Abdul Wahab, menggambarkannya sebagai tokoh visioner yang sulit dicari padanannya dalam catatan sejarah bangsa Indonesia. Ia menekankan bahwa rekam jejak Kiai Wahab sangat panjang dan tidak terbatas hanya pada perannya sebagai seorang ulama.
Ragam Peran dan Kontribusi Luar Biasa
"Kita bicara mengenai Kiai Wahab itu tidak bisa sehari-dua hari pun tidak selesai. Ceritanya pasti panjang, karena beliau adalah tokoh yang sulit mencari padanannya. Beliau adalah seorang ulama yang alim-allamah, seorang ahli fikih, seorang negarawan, seorang politisi, seorang organisator, bahkan seorang seniman," ujar Ma'ruf Amin dengan penuh kekaguman.
Buku yang dibedah dalam kesempatan ini ditulis oleh KH Abdul Mun’im, DZ, terdiri dari enam bab dengan total 274 halaman. Isinya mengupas secara mendalam peran strategis KH Abdul Wahab Hasbullah di tingkat lokal, nasional, hingga internasional, serta ijtihad politiknya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Visi Kebangsaan dan Forum Taswirul Afkar
Ma'ruf Amin menyoroti responsivitas dan keberanian KH Abdul Wahab dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk pada masa penjajahan. Salah satu pencapaian penting yang disebutkan adalah inisiatif Kiai Wahab dalam memprakarsai forum diskusi Taswirul Afkar, yang berfungsi sebagai ruang pemetaan pemikiran para ulama.
"Saya kira itu sesuatu yang luar biasa; pemetaan pemikiran, forum ulama untuk berdiskusi tentang keadaan dalam rangka, saya menyebutnya tausi’un nadzar (memperluas cakrawala pandangan) terhadap afkar (berbagai pemikiran) yang mungkin waktu itu sedang berkembang untuk kemudian direspons," jelas Ma'ruf.
Melahirkan Gerakan Kebangsaan yang Berpengaruh
Menurut penuturan Wakil Presiden, forum Taswirul Afkar pada masanya berhasil melahirkan sejumlah gerakan kebangsaan yang signifikan. Di antaranya adalah Nahdlatul Wathan, yang kemudian diikuti oleh gerakan ekonomi Nahdlatut Tujjar, dan puncaknya adalah pendirian organisasi massa terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).
"Jadi, saya kira ini sesuatu yang luar biasa, ulama tapi punya visi kebangsaan dan kenegaraan. Ini luar biasa," tegas Ma'ruf Amin. Ia menambahkan bahwa keluasan peran serta visi kebangsaan yang dimiliki KH Abdul Wahab merupakan warisan berharga yang tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman saat ini.
Inspirasi bagi Generasi Penerus
Ma'ruf Amin berharap agar buku ini dapat menginspirasi generasi muda dan penerus bangsa untuk meneladani semangat serta pemikiran visioner KH Abdul Wahab Hasbullah. "Saya kira pola pikir yang dikembangkan oleh Hadratussyaikh Kiai Wahab Hasbullah ini bisa menjadi rujukan kita," tutupnya.
Acara bedah buku ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa-jasa pahlawan nasional, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya nilai-nilai kebangsaan, keulamaan, dan kepemimpinan yang holistik dalam membangun Indonesia yang lebih baik.



