Kreator Konten Malaysia Ungkap Motivasi Spiritual di Balik Hadiah Umrah Viral
Kreator konten asal Malaysia, Aisar Khaled, secara terbuka mengungkapkan motivasi mendalam di balik aksinya yang viral baru-baru ini. Ia telah memberangkatkan seorang penjual es gabus untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci. Dalam penjelasannya, Aisar menegaskan bahwa hadiah berupa perjalanan religi ini memiliki makna yang jauh lebih besar dan bernilai dibandingkan dengan pemberian barang-barang mewah atau materi lainnya.
Prioritas Utama dalam Berbagi
Bagi Aisar Khaled, membantu sesama Muslim untuk menjalankan kewajiban agama merupakan prioritas utama dalam aktivitas berbaginya. Ia percaya bahwa tindakan ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga memenuhi tanggung jawab spiritual sebagai seorang Muslim. "Kalau bagi hadiah-hadiah lain itu biasa, tapi aku bagi hadiah yang kewajiban umat Islam dulu. Ya karena itulah aku bagi dia pergi umrah," ujar Aisar Khaled saat ditemui di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta, pada hari Minggu, 8 Februari 2026.
Pernyataannya ini menekankan bahwa dalam berbagi, ia lebih memilih untuk fokus pada aspek-aspek yang bersifat wajib dalam agama Islam. Hal ini menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap sesama. Aksi viral ini telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk komentar dari pengacara ternama Hotman Paris yang siap memberikan bantuan hukum terkait kasus yang melibatkan penjual es gabus tersebut.
Makna Lebih Dalam dari Hadiah Umrah
Aisar Khaled menjelaskan bahwa perjalanan umrah bukan sekadar hadiah biasa, melainkan sebuah bentuk dukungan untuk memenuhi kewajiban agama yang sangat penting. Ia berpendapat bahwa membantu seseorang menunaikan ibadah ke Tanah Suci dapat memberikan dampak positif yang abadi, baik secara spiritual maupun emosional. Ini merupakan bagian dari upayanya untuk menginspirasi orang lain agar lebih memperhatikan aspek kerohanian dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan aksi ini, Aisar berharap dapat mengajak masyarakat untuk lebih menghargai makna sejati dari berbagi, yang tidak selalu harus berupa materi. Ia mencontohkan bahwa kepedulian terhadap kebutuhan agama sesama dapat menjadi langkah awal dalam membangun solidaritas dan persaudaraan yang lebih kuat di kalangan umat Muslim. Kisah ini juga menyoroti bagaimana konten kreatif dapat digunakan sebagai alat untuk menyebarkan pesan-pesan positif dan mendorong tindakan-tindakan baik dalam masyarakat.