Habib Ja'far Jelaskan Makna Doa Berulang-ulang: Bukan Karena Tuhan Tak Dengar
Habib Ja'far: Doa Berulang Bukan Karena Tuhan Tak Dengar

Habib Ja'far Ungkap Makna Mendalam di Balik Doa yang Diulang-ulang

Pendakwah muda, Habib Husein bin Ja'far Al Hadar, memberikan penjelasan mendalam mengenai alasan doa dalam Islam sering diulang-ulang, meskipun Tuhan diyakini Maha Mendengar. Menurutnya, praktik ini bukanlah tanda bahwa Tuhan tidak mengetahui atau tidak mendengar permintaan manusia, melainkan sebagai bentuk penghambaan dan kerendahan hati di hadapan-Nya.

Doa Sebagai Simbol Penghambaan dan Pembinaan Diri

"Ya, sebenarnya doa berulang-ulang itu bahkan dilakukan oleh nabi yang tidak berdosa yaitu Nabi Muhammad. Kenapa? Karena sebagai simbol penghambaan dan kerendahan hati," kata Habib Ja'far dalam perbincangan dengan Liputan6.com. Ia menegaskan bahwa doa tidak hanya berfungsi untuk memohon agar dikabulkan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan diri agar manusia tetap rendah hati, baik di hadapan Tuhan maupun sesama.

"Jadi doa itu fungsinya bukan hanya agar Tuhan mengabulkan dan Tuhan pasti mengabulkan, tapi juga untuk treatment agar kita selalu rendah hati dan rendah diri di hadapan Tuhan dan manusia-manusia lain," ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa doa memiliki dimensi spiritual yang lebih luas, melampaui sekadar permintaan materi atau duniawi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Nilai Ibadah dan Sikap Paradoks Manusia

Lebih lanjut, Habib Husein menyebut bahwa doa juga merupakan bagian dari ibadah yang memiliki nilai pahala, sehingga pengulangannya justru dianjurkan. "Jadi diulang-ulang itu buat treatment bagi kita sebagai bentuk penghambaan dan sebenarnya doa itu juga adalah ibadah sehingga semakin sering diulang semakin berpahala dan doa itu indah sehingga semakin sering semakin healing juga," kata dia.

Di sisi lain, ia mengingatkan adanya sikap paradoks dalam diri manusia, yakni berharap Tuhan mendengar saat berdoa, namun sebaliknya berharap tidak "terlihat" ketika melakukan kesalahan. "Tapi anehnya kita ketika berdoa berharap Tuhan mendengar dan ketika bermaksiat berharap Tuhan buta atas maksiat kita," ucap Husein. Ia pun mengajak masyarakat untuk memahami doa tidak hanya sebagai permintaan, tetapi juga sebagai proses pembentukan sikap spiritual yang lebih baik.

Penjelasan ini menekankan bahwa doa berulang-ulang dalam Islam bukanlah tindakan sia-sia, melainkan memiliki makna mendalam sebagai bentuk pengabdian, kerendahan hati, dan upaya untuk menyembuhkan jiwa. Dengan demikian, praktik ini dapat dilihat sebagai bagian integral dari kehidupan beragama yang memperkaya hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga