Kemenag Jabar Tetapkan 11 Titik Pantau Hilal untuk Awal Ramadhan 1447 H
11 Titik Pantau Hilal di Jabar untuk Awal Ramadhan 1447 H

Kemenag Jawa Barat Siapkan 11 Titik Pantau Hilal untuk Penentuan Awal Ramadhan 1447 Hijriah

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat secara resmi telah menetapkan sebanyak 11 titik lokasi pemantauan hilal atau yang dikenal sebagai rukyatul hilal. Pengamatan ini bertujuan untuk menentukan secara akurat awal bulan suci Ramadhan pada tahun 1447 Hijriah. Proses pemantauan direncanakan akan dilaksanakan secara serentak di seluruh titik yang telah ditentukan pada hari Selasa, 17 Februari 2026 mendatang.

Ratusan Petugas Akan Terlibat dalam Pengamatan Serentak

Kegiatan rukyatul hilal ini akan melibatkan ratusan petugas yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat. Mereka akan bertugas mengamati kemunculan hilal, yaitu bulan sabit muda, yang menjadi penanda dimulainya bulan Ramadhan. Koordinasi dan persiapan yang matang telah dilakukan untuk memastikan proses pengamatan berjalan lancar dan menghasilkan data yang valid.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Jawa Barat, Ohan Burhan, menyampaikan bahwa seluruh persiapan teknis telah diselesaikan dengan baik. "Kami telah melakukan pembekalan teknis kepada para petugas dan memastikan kesiapan peralatan yang akan digunakan di lapangan," ujarnya. Persiapan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan teknis pengamatan hingga penyediaan alat-alat pendukung seperti teleskop dan perangkat lunak khusus.

Lokasi Pemantauan Tersebar di Seluruh Jawa Barat

Kesebelas titik lokasi pemantauan hilal tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan geografis dan astronomis untuk memaksimalkan peluang keberhasilan pengamatan. Lokasi-lokasi ini tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat, termasuk area dengan kondisi cuaca yang relatif stabil dan minim polusi cahaya. Dengan persiapan yang komprehensif, diharapkan proses penentuan awal Ramadhan dapat dilakukan dengan tepat dan transparan, sesuai dengan prinsip-prinsip syar'i.

Penetapan awal Ramadhan merupakan momen penting bagi umat Islam, karena menandai dimulainya ibadah puasa selama sebulan penuh. Oleh karena itu, Kemenag Jawa Barat berkomitmen untuk melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya, melibatkan berbagai pihak terkait, dan mengedepankan keakuratan data. Hasil dari pemantauan hilal ini nantinya akan dilaporkan kepada pemerintah pusat untuk ditetapkan secara nasional.