Fenomena astronomi menarik akan kembali menghiasi langit malam pada pekan depan. Hujan meteor Eta Aquarid dijadwalkan mencapai puncak aktivitasnya, memberikan kesempatan bagi para pengamat bintang untuk menyaksikan "bintang jatuh" yang berasal dari puing-puing Komet Halley yang legendaris.
Waktu Puncak dan Jumlah Meteor
Pada tahun 2026, puncak hujan meteor Eta Aquarid diperkirakan terjadi pada malam hari tanggal 5 hingga 6 Mei. Pada puncaknya, pengamat di belahan bumi selatan dapat melihat hingga 30 meteor per jam, sementara di belahan utara jumlahnya lebih sedikit, sekitar 10 meteor per jam. Meteor-meteor ini bergerak dengan kecepatan tinggi, sekitar 66 kilometer per detik, meninggalkan jejak terang yang spektakuler.
Asal Usul Eta Aquarid
Hujan meteor Eta Aquarid terjadi setiap tahun ketika Bumi melewati jalur debu dan puing yang ditinggalkan oleh Komet Halley. Komet terkenal ini mengorbit Matahari setiap 76 tahun sekali. Partikel-partikel kecil dari komet tersebut memasuki atmosfer Bumi dan terbakar, menciptakan fenomena cahaya yang kita kenal sebagai meteor.
Panduan Pengamatan
Untuk menyaksikan hujan meteor Eta Aquarid, tidak diperlukan alat bantu optik seperti teleskop. Cukup dengan mata telanjang, asalkan langit cerah dan bebas dari polusi cahaya. Berikut adalah tips pengamatan:
- Waktu terbaik: Setelah tengah malam hingga menjelang fajar, saat titik radian berada tinggi di langit.
- Lokasi: Pilih tempat yang gelap, jauh dari lampu kota, seperti pedesaan atau taman nasional.
- Kondisi langit: Pastikan langit cerah tanpa awan tebal. Hindari malam dengan bulan purnama karena cahaya bulan dapat mengurangi visibilitas meteor.
- Posisi: Berbaringlah telentang dengan pandangan ke arah timur laut, di mana konstelasi Aquarius (tempat titik radian) berada.
Tips Tambahan
Bersabarlah karena mata membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk beradaptasi dengan kegelapan. Jangan melihat ponsel atau sumber cahaya lain selama pengamatan. Nikmati pemandangan langit yang indah sambil menunggu meteor melintas.



