Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi dengan status Level III (siaga) akibat peningkatan aktivitas vulkanik. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan minat wisatawan untuk berlibur ke Pantai Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Berdasarkan pantauan detikcom di Pantai Bandulu, Anyer, pada Kamis (9/7/2026), kawasan pantai masih dipadati wisatawan dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, yang terlihat bermain air, pasir, atau bersantai di saung-saung sekitar pantai.
Wisatawan dari Berbagai Daerah Masih Berdatangan
Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari wilayah sekitar Banten, tetapi juga dari luar daerah seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Mereka memanfaatkan masa liburan sekolah untuk menikmati suasana pantai bersama keluarga. Salah seorang wisatawan asal Parung, Bogor, bernama Lian, mengaku sengaja datang ke Pantai Anyer bersama teman-temannya dan sudah dua kali berlibur ke Anyer sepanjang tahun ini. Lian mengaku tidak khawatir dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, karena informasi yang diterimanya menyebutkan kondisi di kawasan wisata masih aman. "Aman. Tadi juga habis naik perahu ke tengah laut, aman," ujarnya.
Wisatawan Baru Merasa Aman dan Nyaman
Wisatawan lainnya, Abdul Malik, berangkat dari Jakarta sekitar pukul 08.00 WIB dan tiba di Anyer pukul 11.00 WIB. Ia mengaku baru pertama kali berkunjung ke Pantai Anyer. "Milih Anyer karena katanya suasananya bagus dan menenangkan," kata Malik. Malik juga mengaku tidak khawatir dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Menurutnya, hingga saat ini kondisi di kawasan wisata masih aman dan tidak ada hal yang mengganggu aktivitas wisata. "Masih aman, belum ada masalah apa pun," katanya.
Dampak Erupsi terhadap Pariwisata Anyer
Meskipun Gunung Anak Krakatau berstatus siaga, aktivitas pariwisata di Pantai Anyer tetap berjalan normal. Wisatawan tampak menikmati berbagai kegiatan seperti bermain air, bermain pasir, membuat konten untuk media sosial, atau bersantai di saung. Tidak ada laporan mengenai pengurangan jumlah pengunjung atau pembatasan akses ke kawasan pantai. Hal ini menunjukkan bahwa para wisatawan masih percaya dengan kondisi keamanan di sekitar Anyer, meskipun ada potensi bahaya dari erupsi gunung berapi tersebut.



