Menguak Rahasia Kenikmatan Mie Aceh yang Legendaris
Rahasia Kenikmatan Mie Aceh yang Legendaris

Aceh, provinsi yang terletak di ujung Pulau Sumatera, menyimpan beragam kekayaan budaya, mulai dari tradisi adat, sejarah, kesenian, hingga kuliner. Salah satu hidangan khas yang paling terkenal dari Tanah Rencong ini adalah Mie Aceh. Secara umum, seporsi Mie Aceh terdiri dari mi kuning yang dimasak dengan berbagai bumbu, kaya rempah, bercita rasa pedas gurih, dan memiliki varian mi goreng, tumis, serta kuah.

Menikmati Mie Aceh di Tempat Asalnya

Di kota-kota besar, menemukan hidangan tradisional khas Aceh ini tidaklah sulit. Mulai dari warung makan di pinggir jalan hingga restoran di pusat perbelanjaan, Mie Aceh mudah dijumpai. Namun, bagaimana rasanya menikmati kuliner legendaris ini langsung di tempat asalnya? Beberapa waktu lalu, kami berkesempatan mengunjungi Kota Banda Aceh. Mie Aceh menjadi salah satu kuliner yang wajib dicoba. Untuk mengobati rasa penasaran, kami singgah di sebuah warung makan di Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh. Tempat ini direkomendasikan untuk menikmati hidangan otentik khas Aceh. Pengunjung yang datang tak pernah putus, kursi selalu penuh, sehingga kesabaran diperlukan saat makan di rumah makan ini.

Setelah menunggu cukup lama, seporsi Mie Aceh tumis dengan topping potongan ikan Marlin akhirnya tiba di meja. Kuahnya yang kental terlihat sangat menggugah selera, aroma rempah semerbak. Mie Aceh paling nikmat disantap saat masih hangat. Kami pun larut dalam puncak kenikmatan rasa, dan seporsi Mie Aceh ludes dalam waktu singkat, lebih cepat dari proses memasaknya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rahasia Kelezatan Mie Aceh

Seorang warga Aceh bernama Sabar berbagi informasi mengenai kelezatan Mie Aceh. Menurutnya, rahasia di balik nikmatnya Mie Aceh adalah keberanian juru masak dalam mencampur berbagai jenis rempah dan bumbu dapur. Semakin beragam campuran bumbu, maka cita rasa yang dihasilkan dalam seporsi Mie Aceh akan semakin kuat dan nikmat. "Semakin banyak campuran rempah yang dipakai, rasanya semakin nikmat," ujarnya saat berbincang, Selasa (28/4/2026).

Rempah-rempah memang menjadi bumbu utama dalam masakan Mie Aceh. Di antara yang umum digunakan adalah kapulaga, pala, jintan, bunga lawang, hingga kunyit. Namun, sangat mungkin ada jenis rempah lain yang digunakan. Selain itu, kekuatan Mie Aceh selanjutnya terletak pada kaldu. Terdapat dua macam kaldu yang umum digunakan, yaitu kaldu daging dan udang. Kaldu ini berfungsi sebagai penguat rasa gurih. Letak geografis Aceh yang dikelilingi pantai membuat wilayah ini kaya akan hasil tangkapan ikan dan hewan laut lainnya. Oleh karena itu, umumnya Mie Aceh di sini menggunakan kaldu berbahan dasar hewan laut seperti udang dan kepiting. "Kaldunya ini pakai udang, kepiting. Ini yang membuat rasanya tambah gurih," lanjutnya. Sebagai pelengkap saat menikmati Mie Aceh, jangan lupa menambahkan acar bawang dan perasan jeruk nipis.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga