Mengenal Mi Glosor, Kuliner Khas Bogor yang Jadi Primadona Saat Ramadhan
Mi Glosor, Kuliner Khas Bogor yang Primadona Ramadhan

Mi Glosor: Kuliner Khas Bogor yang Melegenda di Bulan Ramadhan

Di tengah hiruk-pikuk kota Bogor, terdapat sebuah hidangan yang telah menjadi ikon kuliner daerah ini, terutama saat bulan suci Ramadhan tiba. Mi Glosor, dengan cita rasa yang unik dan tekstur yang khas, tak hanya memanjakan lidah tetapi juga menyimpan sejarah panjang dalam tradisi masyarakat setempat.

Asal Usul dan Bahan Dasar Mi Glosor

Mi Glosor terbuat dari bahan utama sagu, yang memberikan tekstur licin dan kenyal saat disantap. Nama "glosor" sendiri berasal dari bahasa Sunda yang berarti "licin" atau "meluncur", merujuk pada sensasi mi ini yang mudah tergelincir di tenggorokan. Proses pembuatannya melibatkan pengolahan sagu menjadi adonan, yang kemudian dibentuk menjadi mi tipis dan dimasak hingga matang.

Hidangan ini biasanya disajikan dengan kuah bening yang gurih, ditambah taburan ebi (udang kering) yang memberikan aroma dan rasa yang khas. Beberapa variasi juga menambahkan sayuran seperti tauge atau daun bawang untuk memperkaya nutrisi dan cita rasa.

Popularitas Mi Glosor Saat Ramadhan

Mi Glosor menjadi primadona di bulan Ramadhan karena beberapa alasan. Pertama, teksturnya yang lembut dan mudah dicerna sangat cocok untuk berbuka puasa, di mana perut membutuhkan makanan yang tidak memberatkan. Kedua, kuah beningnya yang hangat dapat membantu menghangatkan tubuh setelah seharian berpuasa.

Di Bogor, banyak pedagang kaki lima dan restoran tradisional yang menjual Mi Glosor khusus selama bulan Ramadhan. Hidangan ini sering ditemukan di pasar-pasar tradisional atau di acara buka puasa bersama, menjadi pilihan favorit bagi warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung.

Kandungan Gizi dan Cara Menikmati

Meski terlihat sederhana, Mi Glosor memiliki kandungan gizi yang cukup baik. Sagu sebagai bahan utama kaya akan karbohidrat, yang dapat memberikan energi cepat setelah berpuasa. Ebi yang digunakan sebagai taburan juga mengandung protein dan mineral, seperti kalsium dan zat besi.

Untuk menikmati Mi Glosor secara maksimal, disarankan untuk menyantapnya selagi hangat. Beberapa orang menambahkan sambal atau kecap manis sesuai selera, meski rasa aslinya sudah cukup menggugah selera. Hidangan ini juga sering disajikan sebagai menu sarapan atau makan siang di luar bulan Ramadhan, menunjukkan fleksibilitasnya dalam tradisi kuliner Bogor.

Pelestarian dan Masa Depan Mi Glosor

Sebagai bagian dari warisan kuliner Indonesia, Mi Glosor terus dilestarikan oleh masyarakat Bogor. Banyak generasi muda yang belajar membuat hidangan ini dari orang tua mereka, memastikan bahwa resep tradisional tidak punah ditelan zaman. Di era modern, beberapa inovasi juga dilakukan, seperti penggunaan bahan organik atau penyajian yang lebih higienis, tanpa menghilangkan esensi aslinya.

Dengan popularitasnya yang terus meningkat, Mi Glosor tidak hanya menjadi simbol kekayaan kuliner Bogor tetapi juga potensi wisata gastronomi yang dapat menarik lebih banyak pengunjung. Ke depannya, diharapkan hidangan ini dapat dikenal lebih luas di seluruh Indonesia, bahkan di dunia internasional.