Masjid di Aceh Sajikan Kuliner Kanji Rumbi Gratis Selama Ramadhan
Masjid Aceh Sediakan Kanji Rumbi Gratis Saat Ramadhan

Masjid di Aceh Hidangkan Kanji Rumbi Gratis Selama Bulan Suci Ramadhan

Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, masjid-masjid di Provinsi Aceh kembali menggelar tradisi tahunan dengan menyediakan kuliner khas berupa kanji rumbi secara gratis untuk masyarakat. Program ini bertujuan untuk memfasilitasi umat Muslim dalam berbuka puasa sekaligus mempererat tali silaturahmi di tengah komunitas.

Kuliner Tradisional yang Kaya Makna

Kanji rumbi merupakan hidangan tradisional Aceh yang terbuat dari beras ketan yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah, sering disajikan hangat saat waktu berbuka. Kuliner ini tidak hanya lezat, tetapi juga sarat dengan nilai budaya dan sejarah, mencerminkan kekayaan kuliner Nusantara yang telah diwariskan turun-temurun.

Selama Ramadhan, penyediaan kanji rumbi di masjid-masjid Aceh menjadi momen yang dinantikan oleh warga. Banyak masjid melaporkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan buka bersama, dengan antusiasme tinggi terhadap hidangan tradisional ini. Hal ini menunjukkan bagaimana kuliner lokal dapat menjadi perekat sosial di bulan suci.

Dampak Positif bagi Masyarakat

Program kuliner gratis ini memberikan manfaat ganda:

  • Meringankan beban ekonomi bagi keluarga kurang mampu selama Ramadhan.
  • Memperkuat identitas budaya Aceh melalui pelestarian kuliner tradisional.
  • Meningkatkan solidaritas antarwarga dalam semangat berbagi dan kebersamaan.

Selain itu, inisiatif ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan keagamaan di masjid. Banyak relawan turut serta dalam penyiapan dan distribusi kanji rumbi, menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh kepedulian.

Pelestarian Tradisi di Era Modern

Di tengah arus globalisasi, penyajian kanji rumbi di masjid-masjid Aceh selama Ramadhan menjadi bukti nyata komitmen untuk melestarikan warisan kuliner. Tradisi ini tidak hanya tentang makanan, tetapi juga tentang menjaga nilai-nilai kebersamaan dan keikhlasan yang menjadi ciri khas bulan suci.

Diharapkan, program serupa dapat diadopsi di daerah lain di Indonesia untuk memperkaya pengalaman Ramadhan dengan sentuhan kearifan lokal. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga ajang untuk merayakan keragaman budaya Nusantara.