6 Tempat Makan Legendaris di Pekalongan yang Sudah Ada Puluhan Tahun
6 Tempat Makan Legendaris di Pekalongan, Sudah Ada Puluhan Tahun

Kota Pekalongan, yang dikenal sebagai Kota Batik, ternyata juga menyimpan kekayaan kuliner yang tak kalah menarik. Berbagai tempat makan legendaris telah beroperasi selama puluhan tahun, menjadi saksi bisu perjalanan rasa dan tradisi. Bagi Anda yang berkunjung ke Pekalongan, menyambangi tempat-tempat ini adalah sebuah keharusan. Berikut adalah enam tempat makan legendaris di Pekalongan yang sudah ada sejak puluhan tahun.

1. Soto Tahu Srengseng

Soto Tahu Srengseng merupakan salah satu ikon kuliner Pekalongan yang sudah berdiri sejak tahun 1960-an. Tempat ini terkenal dengan soto yang menggunakan tahu srengseng, yaitu tahu yang digoreng dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Kuah sotonya gurih dengan campuran rempah-rempah pilihan. Disajikan dengan nasi, bihun, tauge, dan taburan bawang goreng, soto ini menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan. Lokasinya berada di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, tidak jauh dari pusat kota.

2. Nasi Gandul Bu Edi

Nasi Gandul Bu Edi sudah legendaris sejak tahun 1970-an. Nasi gandul adalah nasi yang disiram dengan kuah daging sapi kental berwarna cokelat kehitaman, mirip dengan semur. Daging sapi yang digunakan empuk dan bumbunya meresap sempurna. Tempat ini buka setiap hari mulai siang hingga malam. Pengunjung seringkali mengantre untuk menikmati kelezatan nasi gandul yang disajikan dengan sambal dan kerupuk. Alamatnya di Jalan Merak, Kelurahan Krapyak.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

3. Mie Ayam Pak Agus

Mie Ayam Pak Agus telah berjualan sejak tahun 1980-an. Mie ayam di sini menggunakan mie yang kenyal dengan topping ayam cincang yang gurih. Kuahnya bening dan segar, cocok untuk menemani mie ayam. Porsinya cukup besar dengan harga yang terjangkau. Tempat ini terletak di Jalan Hasanudin, dekat dengan Alun-Alun Pekalongan. Banyak pelanggan setia yang sudah datang sejak kecil hingga dewasa.

4. Es Krim Tradisional Rasa

Es krim tradisional ini sudah ada sejak tahun 1960-an dan masih menggunakan resep turun-temurun. Es krimnya terbuat dari bahan alami tanpa pengawet. Tersedia berbagai rasa seperti vanila, cokelat, dan stroberi. Teksturnya lembut dan manisnya pas. Tempat ini sering dikunjungi keluarga untuk bersantai sore hari. Lokasinya di Jalan Dr. Sutomo, tepat di seberang Taman Kota Pekalongan.

5. Sate Ayam Madura Haji Samin

Sate Ayam Madura Haji Samin sudah berjualan sejak tahun 1970-an. Sate ayamnya dibakar dengan bumbu kacang yang kental dan manis. Daging ayamnya empuk dan bumbu meresap. Disajikan dengan lontong dan acar. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 22.00. Banyak pengunjung yang datang untuk menikmati sate sambil ngobrol santai. Alamatnya di Jalan Gajah Mada, dekat Pasar Banjarsari.

6. Lopis Ketan Hitam Bu Yat

Lopis Ketan Hitam Bu Yat sudah ada sejak tahun 1980-an. Lopis ini terbuat dari ketan hitam yang dibungkus daun pisang, kemudian disiram dengan kuah santan dan gula merah. Teksturnya kenyal dan manis gurih. Cocok sebagai camilan atau penutup setelah makan. Tempat ini buka setiap hari dari pagi hingga habis. Lokasinya di Jalan Pemuda, dekat dengan Stasiun Pekalongan.

Itulah enam tempat makan legendaris di Pekalongan yang sudah ada sejak puluhan tahun. Setiap tempat menawarkan cita rasa yang autentik dan pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Jangan lupa untuk mencicipi saat berkunjung ke Pekalongan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga