Gunung Dukono Erupsi, Tiga Pendaki Meninggal Termasuk Dua WNA
Gunung Dukono Erupsi, Tiga Pendaki Tewas

Gunung Dukono yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami erupsi pada Jumat (8/5/2026) pagi. Peristiwa ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Sebanyak tiga pendaki dilaporkan meninggal dunia, terdiri dari dua warga negara asing (WNA) asal Singapura dan satu warga negara Indonesia (WNI).

Korban Tewas dan Evakuasi

Ketiga korban merupakan bagian dari sedikitnya 20 pendaki yang dilaporkan terjebak di kawasan Gunung Dukono saat aktivitas vulkanik gunung tersebut masih berlangsung. Sementara itu, 17 pendaki lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan.

Erupsi Gunung Dukono terjadi sekitar pukul 06.00 WIT. Material vulkanik berupa abu dan pasir tersembur hingga ketinggian sekitar 2.000 meter dari puncak. Abu vulkanik menyebar ke arah barat laut dan tenggara, mempengaruhi beberapa desa di sekitar gunung.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Identitas Korban

Dua WNA asal Singapura yang meninggal diketahui bernama Lim Wei Ming (35) dan Chen Mei Ling (28). Sementara WNI yang menjadi korban adalah Andi Saputra (27), seorang pendaki asal Sulawesi Utara. Ketiganya diduga meninggal akibat terkena lontaran material pijar dan terpapar gas beracun.

Pihak berwenang masih melakukan identifikasi lebih lanjut dan koordinasi dengan kedutaan besar Singapura untuk proses pemulangan jenazah. Keluarga korban telah diberitahu dan diberikan pendampingan.

Upaya Pencarian dan Kondisi Gunung

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal. Kondisi Gunung Dukono saat ini masih berstatus waspada (level II) dengan rekomendasi tidak ada aktivitas pendakian dalam radius 2 km dari kawah.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Dukono, Ahmad Yani, menyatakan bahwa erupsi terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului peningkatan aktivitas seismik yang signifikan. Masyarakat dan pendaki diimbau untuk selalu mematuhi rekomendasi dari PVMBG dan tidak mendekati daerah berbahaya.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya aktivitas vulkanik di Indonesia, khususnya di kawasan gunung api aktif seperti Gunung Dukono. Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status tanggap darurat untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga