Pemerintah telah menetapkan harga token listrik bagi pelanggan prabayar yang berlaku untuk periode 11 hingga 17 Mei 2026. Pelanggan PLN dapat membeli token listrik dengan berbagai nominal sesuai kebutuhan, mulai dari nominal kecil hingga maksimal Rp 1 juta.
Konversi Token ke kWh
Token listrik yang dibeli oleh pelanggan prabayar akan dikonversikan ke dalam satuan kilowatt hour (kWh). Setelah mendapatkan kode token listrik, pelanggan harus memasukkan kode tersebut ke meteran listrik untuk mendapatkan daya listrik. Meteran kemudian akan menampilkan besaran kWh yang diperoleh.
Kebijakan ini memungkinkan pelanggan untuk menyesuaikan pembelian token dengan kebutuhan listrik harian atau bulanan mereka. Dengan adanya batas maksimal pembelian Rp 1 juta, pelanggan dapat merencanakan pengeluaran listrik secara lebih fleksibel.
Mekanisme Pembelian Token
Pelanggan dapat membeli token listrik melalui berbagai kanal resmi PLN, seperti aplikasi PLN Mobile, gerai ritel, atau bank. Setelah pembayaran, pelanggan akan menerima kode token yang terdiri dari 20 digit angka. Kode ini kemudian dimasukkan ke meteran prabayar untuk mengaktifkan listrik sesuai dengan jumlah kWh yang dibeli.
Keuntungan Sistem Prabayar
Sistem prabayar memberikan keuntungan bagi pelanggan karena mereka dapat mengontrol pemakaian listrik secara mandiri. Dengan mengetahui besaran kWh yang tersisa, pelanggan dapat mengatur penggunaan alat elektronik agar lebih efisien. Selain itu, tidak ada risiko tagihan menunggak karena pembayaran dilakukan di awal.
Pemerintah terus berupaya untuk menjaga kestabilan harga token listrik agar terjangkau bagi masyarakat. Penetapan harga ini juga mempertimbangkan faktor inflasi dan biaya produksi listrik. Pelanggan diimbau untuk selalu membeli token dari sumber resmi untuk menghindari penipuan.



