Kunjungan Sri Sultan HB X ke Sragen
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, melakukan kunjungan ke Kabupaten Sragen pada Kamis, 9 Juli 2026. Kedatangan Sultan HB X tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Muhibah Budaya Yogyakarta 2026, sebuah program yang bertujuan untuk mempererat kembali hubungan budaya Mataraman antara Yogyakarta dan Sragen.
Menyambangi Petilasan Sentono dan Sendang Sumberan
Dalam kunjungannya, Sultan HB X menyambangi dua situs bersejarah, yaitu Petilasan Sentono yang terletak di Desa Katelan, Kecamatan Tangen, dan Sendang Sumberan di Desa Japoh, Kecamatan Jenar. Kedua situs ini memiliki nilai sejarah yang tinggi karena menjadi bagian dari jejak berdirinya Keraton Yogyakarta.
Dikutip dari akun Instagram resmi Humas Pemda DIY, @humasjogja, Sultan HB X tampak didampingi oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas. Dalam video yang diunggah, Sultan terlihat membasuh tangannya saat berada di Sendang Sumberan, sebuah mata air yang diyakini memiliki nilai spiritual. Sultan juga menyimak dengan saksama penjelasan dan kisah yang disampaikan oleh pemandu mengenai kedua situs tersebut.
Harapan Sultan untuk Kelestarian Alam
Pemerintah Daerah DIY melalui unggahan Instagram menyampaikan bahwa Sri Sultan berharap keasrian alam di kawasan Petilasan Sentono dan Sendang Sumberan dapat terus terjaga. "Sri Sultan berharap, keasrian alam di kawasan tersebut dapat terus terjaga, sehingga tetap menjadi ruang yang dekat dan dapat dinikmati masyarakat," demikian bunyi unggahan tersebut.
Muhibah Budaya Yogyakarta 2026
Muhibah Budaya Yogyakarta 2026 merupakan agenda tahunan yang digagas oleh Pemda DIY untuk memperkuat ikatan budaya dengan daerah-daerah yang memiliki sejarah Mataraman. Sragen dipilih sebagai destinasi tahun ini karena memiliki banyak situs bersejarah yang terkait dengan Keraton Yogyakarta. Melalui kunjungan ini, diharapkan hubungan budaya antara Yogyakarta dan Sragen semakin erat.



