KOMPAS.com – Raja Inggris, Raja Charles III, menyampaikan pidato yang penuh dengan emosi untuk memperingati 100 tahun kelahiran mendiang ibunya, Ratu Elizabeth II, pada Selasa (21/4/2026). Dalam pesan yang direkam dari kediaman kerajaan di Balmoral, Raja Charles mengajak seluruh publik untuk bersama-sama mengenang kehidupan dan warisan panjang yang ditinggalkan oleh sang ratu yang telah memimpin Inggris selama tujuh dekade.
Momen Refleksi Keluarga Kerajaan
“Hari ini, saat kita memperingati ulang tahun ke-100 ibu saya tercinta, keluarga saya dan saya berhenti sejenak untuk merenungkan kehidupan dan kehilangan seorang penguasa yang sangat berarti bagi kita semua,” ujar Charles membuka pidatonya dengan nada yang mengharukan. Ia menekankan bahwa komitmen dan janji yang dipegang teguh oleh Ratu Elizabeth telah membentuk banyak aspek kehidupan, tidak hanya di Inggris tetapi juga di seluruh negara-negara Persemakmuran dan dunia.
Warisan Sang Ratu
Ratu Elizabeth II dikenal sebagai simbol stabilitas dan dedikasi selama masa pemerintahannya yang panjang. Dalam pidatonya, Charles mengingatkan bahwa nilai-nilai yang diajarkan oleh ibunya terus menjadi pedoman bagi keluarga kerajaan dan bangsa. Peringatan ini menjadi momen penting bagi rakyat Inggris untuk merenungkan kontribusi luar biasa sang ratu dalam sejarah modern.
Acara peringatan ini juga dihadiri oleh anggota keluarga kerajaan lainnya, meskipun pidato utama disampaikan secara langsung oleh Raja Charles. Suasana haru terasa kuat saat Charles mengenang masa-masa bersama ibunya, yang telah tiada sejak 2022. Pidato ini menjadi pengingat akan ikatan kuat antara seorang ibu dan putranya, serta tanggung jawab besar yang kini diemban oleh Charles sebagai raja.



