Natto Jepang: Dari Poverty Food Jadi Superfood Ekspor Global
Natto Jepang: Dari Poverty Food Jadi Superfood Ekspor

Lonjakan Ekspor Natto Jepang

Natto, makanan tradisional Jepang berbahan dasar kacang kedelai yang difermentasi, kini mengalami peningkatan popularitas global. Berdasarkan data statistik perdagangan terbaru, ekspor natto dari Jepang naik tiga kali lipat sejak tahun 2017. Pada tahun 2025, volume ekspor mencapai 5.248 ton, dengan China dan Amerika Serikat sebagai tujuan utama.

Dari Poverty Food Menjadi Superfood

Dikenal sebagai "poverty food" di Jepang karena harganya yang murah, natto kini naik kelas menjadi komoditas ekspor premium. Teksturnya yang lengket dan aromanya yang tajam menjadi ciri khas yang mulai diterima lidah internasional. Makanan ini kaya akan protein dan vitamin K2, sehingga sering disebut sebagai superfood.

Proses Fermentasi Unik Natto

Natto dibuat dengan cara merebus kacang kedelai, lalu menambahkan bakteri Bacillus subtilis untuk difermentasi. Proses ini menghasilkan tekstur lengket dan aroma yang kuat. Di Jepang, natto sering dimakan dengan nasi, ditambah kecap asin atau mustard. Kini, variasi hidangan seperti sandwich nasi isi natto dan salmon atau sup miso natto mulai populer.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga
Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram