Misteri Makam Raja Richard III: Dari Pertempuran Bosworth hingga Hilangnya Jenazah
Misteri Makam Raja Richard III yang Hilang Setelah Pertempuran

Misteri Makam Raja Richard III yang Hilang Setelah Pertempuran Bosworth

Pada bulan Agustus tahun 1485, sejarah Inggris mencatat peristiwa tragis dengan gugurnya Raja Richard III dalam Pertempuran Bosworth. Pertempuran ini menjadi penentu dalam Perang Mawar, mengakhiri pemerintahan Raja Richard III dan mengawali era Dinasti Tudor di bawah Henry VII.

Proses Pemakaman Awal di Leicester

Setelah pertempuran usai, jenazah sang raja dibawa ke kota Leicester. Di sana, jenazahnya disemayamkan selama beberapa hari untuk memberikan penghormatan terakhir. Kemudian, Ordo Fransiskan Grey Friars mengambil alih tanggung jawab dengan memakamkan Raja Richard III di gereja biara mereka, yang terletak di Leicester. Prosesi ini dilakukan dengan penuh khidmat, sesuai dengan tradisi keagamaan pada masa itu.

Hilangnya Lokasi Makam Akibat Pembubaran Biara

Namun, nasib makam Raja Richard III tidak berakhir di sana. Seiring berjalannya waktu, khususnya pada abad ke-16, terjadi pembubaran biara-biara di Inggris yang diprakarsai oleh Raja Henry VIII selama masa Reformasi. Pembubaran ini menyebabkan biara Grey Friars ditutup dan bangunannya dihancurkan atau dialihfungsikan.

Akibatnya, lokasi pasti makam Raja Richard III pun menjadi misteri yang tak terpecahkan selama berabad-abad. Tidak ada catatan resmi yang dapat memastikan di mana tepatnya jenazah sang raja berada setelah pembubaran biara tersebut.

Legenda Tulang Raja yang Dibuang ke Sungai Soar

Seiring dengan hilangnya bukti fisik, muncullah berbagai legenda dan cerita rakyat yang mencoba menjelaskan nasib jenazah Raja Richard III. Salah satu legenda yang paling terkenal menyebutkan bahwa tulang-tulangnya telah digali pada masa Reformasi. Konon, tulang-tulang tersebut kemudian dibuang ke Sungai Soar yang mengalir di Leicester, sebagai bentuk penghinaan atau upaya untuk menghapus jejak sejarahnya.

Legenda ini terus beredar di kalangan masyarakat, menambah aura misteri seputar akhir hayat Raja Richard III. Meskipun tidak dapat dipastikan kebenarannya, cerita ini mencerminkan kekacauan dan perubahan drastis yang terjadi selama periode Reformasi di Inggris.

Dengan demikian, kisah Raja Richard III tidak hanya berakhir dengan kematiannya di medan pertempuran, tetapi juga dengan misteri panjang mengenai tempat peristirahatan terakhirnya. Hilangnya makam ini menjadi salah satu teka-teki sejarah yang menarik perhatian para sejarawan dan publik hingga saat ini.