Mengenang Bung Karno dari Puncak Gunung Kerinci, Hasto Tekankan Semangat Nasionalisme
Mengenang Bung Karno dari Puncak Gunung Kerinci, Hasto Tekankan Semangat Nasionalisme

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama kader-kader muda partainya mendaki Gunung Kerinci pada Minggu (21/6/2026) sebagai bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno 2026. Pendakian ke puncak setinggi 3.805 meter di atas permukaan laut ini menjadi momen refleksi sekaligus mengenang 56 tahun wafatnya Presiden pertama RI, Soekarno atau Bung Karno.

Dari puncak gunung tertinggi di Sumatera itu, para peserta menyaksikan hamparan Bukit Barisan yang membentang luas, mengingatkan pada kekayaan alam Indonesia. Hasto menekankan bahwa pendakian ini bukan sekadar aktivitas alam bebas, melainkan juga pembelajaran tentang nilai-nilai perjuangan dan kecintaan terhadap tanah air.

Pendakian Sebagai Ruang Pembelajaran Ketekunan dan Kebersamaan

Gunung Kerinci dikenal sebagai gunung tertinggi di Pulau Sumatera sekaligus gunung berapi tertinggi di Indonesia dan Asia Tenggara. Jalur pendakiannya yang panjang dan menantang menjadi ruang pembelajaran tentang ketekunan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap alam. Menurut Hasto, setiap langkah menuju puncak menyimpan pelajaran tentang pentingnya memiliki tujuan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Kalau kita memiliki spirit dan tujuan yang kuat, maka tantangan seberat apa pun bisa kita lewati," ujar Hasto saat pendakian, seperti dikutip dari Liputan6.com. Para peserta melewati hutan tropis lebat, jalur berbatu, akar-akar pepohonan yang menjalar di sepanjang trek, hingga kawasan sub-alpin yang menjadi ciri khas Kerinci.

Bulan Bung Karno: Momentum Menumbuhkan Nasionalisme

Bulan Juni memiliki makna istimewa bagi bangsa Indonesia. Bung Karno lahir pada bulan ini, menggali Pancasila pada 1 Juni 1945, dan berpulang pada 21 Juni 1970. Karena itu, Bulan Bung Karno menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat, gagasan, dan kecintaan terhadap Indonesia yang diwariskan Sang Proklamator.

"Gunung mengajarkan kesabaran. Setiap langkah harus diperjuangkan. Semakin berat medan yang dihadapi, semakin kuat karakter yang dibentuk," kata Hasto. Pendakian ini menjadi simbol perjuangan bangsa yang memerlukan ketekunan dan kebersamaan.

Menjaga Alam dan Persatuan Wujud Cinta Tanah Air

Dari puncak Kerinci, hamparan alam Sumatera terlihat membentang tanpa batas, menghadirkan kesadaran tentang besarnya anugerah yang dimiliki bangsa ini. Hasto menegaskan bahwa Bulan Bung Karno menjadi saat yang tepat untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap tanah air melalui tindakan sederhana yang membawa manfaat bagi sesama dan lingkungan.

"Bulan Bung Karno menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa mencintai Indonesia dapat diwujudkan melalui banyak cara. Menjaga alam, menghormati sejarah, memperkuat persatuan, dan menanamkan optimisme kepada generasi muda adalah bagian dari kecintaan kepada tanah air," ujarnya. Pemandangan dari puncak mengingatkan bahwa Indonesia bukan sekadar nama dalam peta, melainkan rumah bersama yang diwariskan para pendiri bangsa untuk dijaga setiap generasi.

Sebagaimana perjalanan menuju puncak gunung, perjalanan bangsa menuju Indonesia yang maju, berdaulat, berdikari, dan berkepribadian memerlukan ketekunan, keberanian, serta keyakinan untuk terus melangkah maju.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga