Lagu 'Lalaki Langit' Tuai Kontroversi, Bupati Purwakarta Minta Maaf
Lagu 'Lalaki Langit' Tuai Kontroversi, Bupati Minta Maaf

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein angkat bicara terkait lagu berbahasa Sunda berjudul 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' yang menuai kontroversi. Lagu tersebut viral di media sosial dan mendapat kritik tajam dari warganet karena dianggap merendahkan perempuan.

Kritik Terhadap Lirik yang Dianggap Sensitif

Polemik mencuat setelah lirik lagu dinilai mengandung stereotip tertentu terhadap perempuan. Banyak pihak menganggap diksi yang digunakan kurang sensitif, seperti penggambaran tentang kehamilan di luar nikah dan tubuh perempuan. Kritik pun berdatangan dari berbagai kalangan, termasuk aktivis perempuan dan tokoh masyarakat.

Atalia, istri Gubernur Jawa Barat, sebelumnya juga mengecam Bupati Purwakarta karena dianggap membuat lagu yang mendegradasi perempuan. Hal ini menambah tekanan publik terhadap Om Zein.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Bantahan dan Penjelasan Om Zein

Om Zein membantah bahwa lagu tersebut sengaja diciptakan untuk menyudutkan atau menyinggung kelompok tertentu, khususnya kaum perempuan. Ia menjelaskan bahwa karya tersebut merupakan puisi dan lagu yang sudah ditulis sejak tahun 2020 sebagai cerminan pribadi.

"Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020, bercerita tentang diri saya sendiri. Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal," kata Om Zein dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7).

Ia menambahkan bahwa lirik yang tertuang adalah bentuk kejujuran atas ketidaksempurnaan dirinya di masa lalu. Om Zein memandang karya ini sebagai medium kontemplasi spiritual dan emosional atas perjalanan hidupnya.

"Saya bersyukur Tuhan menciptakan saya jadi lelaki. Mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan, terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa menjaga diri," ujarnya.

Permintaan Maaf dan Harapan

Sebagai pejabat publik, Om Zein menyadari bahwa interpretasi publik bisa berbeda. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang timbul akibat viralnya lagu tersebut.

"Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri," ucap dia.

Om Zein berharap masyarakat dapat melihat karyanya dari sudut pandang yang lebih utuh dan bijak. Alih-alih dianggap sebagai sarana menyindir, lagu tersebut sejatinya adalah sebuah pengingat bagi dirinya sendiri untuk terus berbenah menjadi pribadi yang lebih baik.

Lirik Lengkap Lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejat'

Berikut lirik lengkap lagu tersebut dalam bahasa Sunda beserta terjemahannya:

Nuhun Gusti Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Cacak mun jadi awewe
Es-Em-Pe Kelas Tilu Tos karuron tujuh kali

Nuhun Gusti Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Teu kudu meuli kutang
Itu busana leuwih gede batan susu

Nuhun Gusti Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Teu kudu ngaprak-ngaprak apotek
Alatan telat bulan

Nuhun Gusti Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Teu kudu ngalukis halis jeung bulu mata
Sakalina ngiceup hese beunta

Terjemahan: Terima kasih Tuhan sudah menciptakan aku jadi laki-laki. Andai saja jadi perempuan, SMP kelas tiga sudah keguguran tujuh kali. Terima kasih Tuhan sudah menciptakan aku jadi laki-laki. Tidak usah membeli bra, yang busanya lebih besar daripada payudara. Terima kasih Tuhan sudah menciptakan aku jadi laki-laki. Tidak usah keluyuran mencari apotek, karena telat datang bulan. Terima kasih Tuhan sudah menciptakan aku jadi laki-laki. Tidak usah melukis alis dan bulu mata yang sekali berkedip susah melek. Lelaki langit, Lelaki bejat.

Kontroversi ini menjadi pengingat akan pentingnya sensitivitas dalam berkarya, terutama bagi pejabat publik. Om Zein berharap ke depannya masyarakat dapat lebih bijak dalam menanggapi karya seni.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga