Di tengah krisis kemanusiaan yang masih berkepanjangan di Gaza, Palestina, berbagai bentuk solidaritas global terus bermunculan. Situasi yang belum pulih sepenuhnya mendorong lahirnya beragam inisiatif lintas negara, tidak hanya sebagai respons terhadap kebutuhan bantuan, tetapi juga untuk menjaga perhatian publik terhadap isu kemanusiaan yang berkelanjutan. Salah satu inisiatif tersebut adalah keterlibatan DT Peduli dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
Partisipasi DT Peduli dalam GSF 2.0
Global Sumud Flotilla merupakan gerakan sipil internasional yang menjadi bagian dari upaya kolektif untuk menyalurkan bantuan sekaligus menyuarakan pentingnya akses kemanusiaan bagi masyarakat Gaza yang masih menghadapi berbagai keterbatasan. Executive Director DT Peduli, Jajang Nurjaman, menegaskan bahwa partisipasi dalam misi ini tidak semata-mata sebagai aktivitas distribusi bantuan.
"Bagi DT Peduli, partisipasi dalam misi ini tidak semata diposisikan sebagai aktivitas distribusi bantuan," kata Jajang Nurjaman, Senin (27/4/2026). Ia menambahkan bahwa keterlibatan pihaknya dipandang sebagai bentuk keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan global. Misi kali ini membawa pesan 'Tidak semua bisa berlayar, tapi semua bisa berpihak'.
"DT Peduli menghadirkan pendekatan yang menekankan bahwa kontribusi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, termasuk dari jarak jauh," ungkapnya.
Kolaborasi Lintas Negara
Jajang menjelaskan bahwa misi ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama lintas negara dalam membuka akses bantuan ke Gaza. Dalam praktiknya, GSF 2.0 memperlihatkan bagaimana solidaritas lintas negara dapat terwujud melalui kolaborasi yang terstruktur. "Kondisi Palestina saat ini masih berada dalam situasi blokade yang panjang. Melalui gerakan global seperti ini, kami ingin mengambil bagian dalam upaya kemanusiaan, baik melalui jalur laut maupun darat," catatnya.
Selain armada kapal yang membawa relawan internasional, distribusi bantuan juga dilakukan melalui jalur darat dengan pengiriman logistik yang mencakup kebutuhan medis, pangan, hingga perlengkapan darurat. Pendekatan ini mencerminkan upaya adaptif dalam menghadapi tantangan distribusi di lapangan.
Peran Relawan Indonesia
Keterlibatan DT Peduli dalam misi ini juga terlihat melalui pengiriman relawan dengan berbagai peran. Mulai dari tenaga medis, tim media, hingga perwakilan yang terlibat dalam koordinasi lapangan, seluruhnya menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam gerakan kemanusiaan global yang bersifat kolaboratif.
Misi Kemanusiaan Sebagai Amanah
Sementara itu, Ketua Yayasan DT Peduli, M. Bascharul Asana, menyoroti bahwa setiap langkah dalam misi kemanusiaan tidak terlepas dari nilai dan tanggung jawab yang harus dijaga. "Ini bukan sekadar perjalanan, tetapi amanah. Kami berpesan agar para relawan senantiasa menjaga niat, serta membawa nama baik Indonesia dalam setiap peran yang dijalankan," ungkapnya.
Misi ini juga membawa dimensi yang lebih luas, yakni menjaga agar isu kemanusiaan tetap dalam perhatian publik. Di tengah arus informasi yang bergerak cepat, keberlanjutan perhatian terhadap Palestina menjadi hal yang dinilai penting.
Makna Kontribusi Kolektif
Director of Impact and Civilization DT Peduli, Fahrizal Amir, menyampaikan bahwa setiap bentuk kontribusi memiliki makna dalam konteks gerakan kolektif. "Palestina adalah amanah bagi kita semua. Sekecil apa pun ikhtiar yang dilakukan, baik itu berbagi informasi, berdonasi, atau terlibat langsung, tetap memiliki arti," jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan tidak selalu harus berada di garis depan. Justru, dukungan yang datang dari berbagai pihak secara kolektif menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan gerakan kemanusiaan. "Bagi para relawan, keterlibatan dalam misi ini tidak hanya berkaitan dengan jarak yang ditempuh, tetapi juga dengan upaya membawa harapan. Setiap bantuan yang disalurkan, serta setiap pesan yang disampaikan, menjadi bagian dari upaya panjang untuk memastikan bahwa masyarakat Gaza tetap merasakan kehadiran solidaritas global," tandasnya.



