Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu dengan tujuan memperkuat fungsi situs bersejarah tersebut sebagai ruang edukasi dan aktivasi budaya. Dalam kunjungannya, Fadli menekankan pentingnya menghidupkan situs ini melalui kegiatan-kegiatan yang relevan bagi publik, terutama kalangan generasi muda.
Jejak Pengasingan Para Pendiri Bangsa
Fadli Zon menjelaskan bahwa Bung Karno diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda ke Bengkulu pada periode 1938 hingga 1942, setelah sebelumnya menjalani masa pengasingan di Ende dari 1934 sampai 1938. Ia menegaskan bahwa jejak pengasingan para pendiri bangsa tersebar di berbagai daerah dan merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
"Tempat-tempat ini menjadi saksi hidup perjuangan mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia," ujar Fadli dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan pada Rabu, 25 Februari 2026.
Aktivitas Intelektual Bung Karno di Bengkulu
Selama berada di Bengkulu, Bung Karno tidak hanya mengalami isolasi, tetapi juga aktif berdiskusi dengan tokoh agama, masyarakat, dan budayawan setempat. Aktivitas intelektualnya tercermin dari koleksi yang ada di rumah pengasingan, termasuk naskah sandiwara Monte Carlo dan berbagai bacaan lainnya.
Fadli juga menyoroti posisi Bengkulu dalam sejarah nasional, termasuk pertemuan Bung Karno dengan Fatmawati, yang kelak menjahit Bendera Pusaka Merah Putih.
Revitalisasi Sebagai Cagar Budaya Nasional
Rumah Pengasingan Bung Karno telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional dan memiliki potensi pengembangan sebagai pusat informasi dan pembelajaran. Fadli mendorong agar situs ini tidak hanya menjadi tempat peringatan, tetapi berkembang menjadi destinasi edukasi dan rekreasi budaya yang hidup.
"Kita berharap semakin banyak generasi muda yang datang dan belajar dari tempat ini. Situs ini telah ditata dengan baik, dan ke depan perlu terus diaktifkan melalui kegiatan-kegiatan budaya," tegasnya.
Rencana Aktivasi dan Dukungan Budaya
Fadli mengusulkan berbagai kegiatan untuk mengaktifkan ruang tersebut, antara lain:
- Kegiatan seni, puisi, dan musik
- Diskusi budaya dan sejarah
- Ruang baca atau perpustakaan mini
Dukungan seperti penyediaan kopi khas Bengkulu dan kuliner tradisional juga diharapkan dapat menambah daya tarik, terutama bagi anak muda dan wisatawan dari luar daerah.
Harapan untuk Masa Depan
Kementerian Kebudayaan berharap agar Rumah Pengasingan Bung Karno dapat berkembang sebagai ruang edukatif dan kultural yang inspiratif. Situs ini diharapkan mampu mengajak generasi penerus untuk memahami dan melanjutkan semangat perjuangan para pendiri bangsa.
Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon didampingi oleh sejumlah pejabat, termasuk Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Iskandar, bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu.