21 April Diperingati sebagai Hari Apa? Mulai dari Kartini hingga Kreativitas Global
Tanggal 21 April setiap tahunnya ternyata menyimpan beragam peringatan yang unik dan penting, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dari perayaan keagamaan hingga hari-hari yang mengapresiasi kontribusi sosial, tanggal ini menjadi momen spesial bagi banyak kalangan. Berikut adalah rangkuman lengkap peringatan yang jatuh pada 21 April, berdasarkan informasi dari berbagai sumber terpercaya.
Hari Kartini di Indonesia
Di Indonesia, 21 April dikenal sebagai Hari Kartini, yang diperingati untuk menghormati Raden Adjeng Kartini, pahlawan perempuan yang menjadi pelopor emansipasi wanita. Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879, dari keluarga bangsawan. Meski hidup dalam budaya patriarki yang kuat, ia gigih memperjuangkan hak perempuan, terutama dalam bidang pendidikan.
Kartini sempat mengenyam pendidikan di Europese Lagere School (ELS), tetapi harus menjalani masa pingitan sejak usia 12 tahun. Dalam isolasi itu, ia aktif membaca buku dan majalah berbahasa Belanda, seperti Max Havelaar dan De Stille Kraacht, yang membentuk pemikirannya tentang kesetaraan. Ia juga menulis surat kepada teman-temannya di Belanda, menyebarkan gagasan emansipasi.
Setelah menikah dengan Bupati Rembang, Kartini mendirikan sekolah untuk perempuan di dekat kantor kabupaten. Sayangnya, ia wafat pada usia 25 tahun setelah melahirkan anak pertamanya. Warisannya terus dikenang melalui peringatan Hari Kartini setiap tahun.
Perayaan Ridvan dalam Agama Baha’i
Pada 21 April, pemeluk agama Baha’i memulai Perayaan Ridvan, yang berlangsung selama 12 hari. Perayaan ini bermula dari peristiwa pada 22 April 1863, ketika Bahaaullah, tokoh kunci dalam agama Baha’i, menghabiskan waktu di Taman Ridvan sebelum berangkat ke Konstantinopel. Momen ini dianggap sebagai deklarasi misi spiritualnya.
Perayaan Ridvan berakar dari gerakan Babis, yang dipimpin oleh Sayyid Ali Muhammad Shirazi (dikenal sebagai Bab) pada 1844. Bab mempersiapkan jalan bagi kedatangan seorang mesias, yang kemudian diyakini sebagai Bahaaullah. Perayaan ini menjadi salah satu hari raya terpenting dalam kalender Baha’i.
Hari Rami Internasional
Tanggal 21 April juga diperingati sebagai Hari Rami Internasional, yang mengapresiasi manfaat tanaman rami dalam kehidupan sehari-hari. Rami, yang merupakan varietas ganja untuk keperluan industri dan obat, telah digunakan sejak zaman Neolitikum, sekitar 9.000 hingga 50.000 tahun lalu.
Di Tiongkok kuno, rami dimanfaatkan untuk membuat pakaian, tali, sepatu, dan kertas. Pada era Renaisans, serat rami digunakan untuk tali kapal, termasuk dalam pelayaran Christopher Columbus. Di Amerika Serikat, budidaya rami dimulai pada abad ke-17, meski sempat dibatasi oleh undang-undang pajak mariyuana pada 1937. Kini, penggunaan ganja untuk medis dan rekreasi telah dilegalkan di beberapa negara.
Hari TK Nasional
Hari TK Nasional diperingati setiap 21 April untuk menghormati Friedrich Frobel, pendidik asal Jerman yang menciptakan konsep taman kanak-kanak (kindergarten) pada 1837. Kata "kindergarten" berasal dari bahasa Jerman yang berarti "taman anak-anak," menekankan pentingnya bermain dan aktivitas bagi perkembangan anak kecil.
Pada 1982, pengikut Frobel mendirikan perguruan tinggi pendidikan guru di London untuk melanjutkan tradisinya. Di Amerika Serikat, program Head Start yang diluncurkan pada 1965 juga terinspirasi dari prinsip-prinsip Frobel, bertujuan memenuhi kebutuhan anak prasekolah dari keluarga kurang mampu.
Hari Berterima Kasih kepada Perpustakaan
Di Amerika Serikat, 21 April dirayakan sebagai Hari Berterima Kasih kepada Perpustakaan, yang menghargai kontribusi perpustakaan terhadap masyarakat. Perpustakaan pertama kali muncul sekitar 5.000 tahun lalu di wilayah Bulan Sabit Subur, berfungsi sebagai arsip untuk transaksi komersial.
Pada abad ke-3 SM, Perpustakaan Alexandria di Mesir menjadi yang terbesar di dunia kuno. Selama Renaisans, perpustakaan di Eropa berfungsi sebagai pusat pertemuan cendekiawan. Sejak abad ke-18, perpustakaan mulai dibuka untuk umum, dan di abad ke-21, mereka berkembang dengan menyediakan sumber daya digital seperti e-book dan akses internet.
Hari Kreativitas dan Inovasi Dunia
Peringatan global lainnya adalah Hari Kreativitas dan Inovasi Dunia, yang diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 21 April 2018. Hari ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam semua aspek pembangunan manusia, baik secara individu maupun kelompok.
Kreativitas dan inovasi saling terkait namun berbeda: kreativitas melibatkan proses berpikir mental, sementara inovasi adalah penerapan ide untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat. Hari ini menyoroti peran keduanya dalam memecahkan masalah di bidang ekonomi, sosial, dan keberlanjutan.
Dengan ragam peringatan ini, 21 April menjadi tanggal yang penuh makna, mengingatkan kita pada kontribusi berbagai elemen masyarakat dalam membentuk dunia yang lebih baik. Dari perjuangan emansipasi hingga apresiasi terhadap pengetahuan dan inovasi, setiap peringatan memiliki cerita dan nilai tersendiri yang patut diapresiasi.



