Mesin Cuci Tak Pernah Dibersihkan? Waspada Bahaya Tersembunyi Ini
Mesin cuci sering kali dianggap sebagai alat rumah tangga yang otomatis bersih karena fungsi utamanya adalah mencuci pakaian. Namun, anggapan ini ternyata keliru dan bisa menimbulkan konsekuensi serius bagi kesehatan dan keawetan perangkat.
Risiko Kesehatan dari Mesin Cuci yang Kotor
Jika mesin cuci tidak pernah dibersihkan secara rutin, berbagai masalah tersembunyi dapat muncul. Menurut pakar kebersihan Joyce French dari HomeHow, seperti dilansir dari IFL Science, mesin cuci yang jarang dibersihkan menjadi tempat sempurna bagi mikroorganisme untuk berkembang biak.
Lingkungan lembap di dalam mesin cuci, ditambah dengan sisa kotoran organik dari pakaian dan residu deterjen, menciptakan kombinasi ideal untuk pertumbuhan bakteri. Akibatnya, meskipun pakaian terlihat bersih setelah dicuci, sebenarnya bisa masih membawa bau apek atau bahkan bakteri berbahaya dari dalam mesin.
Dampak pada Pakaian dan Mesin Cuci
Berikut adalah beberapa dampak negatif yang dapat terjadi jika mesin cuci diabaikan perawatannya:
- Bau tidak sedap: Akumulasi kotoran dan kelembapan dapat menghasilkan aroma tak enak yang menempel pada pakaian.
- Pakaian kurang higienis: Bakteri dan jamur yang berkembang biak di mesin dapat mencemari cucian, berpotensi menyebabkan iritasi kulit atau masalah kesehatan lainnya.
- Kerusakan mesin: Penumpukan residu deterjen dan kotoran dapat menyumbat saluran, mengurangi kinerja mesin, dan memperpendek usia pakainya.
Oleh karena itu, penting untuk membersihkan mesin cuci secara berkala, misalnya dengan menjalankan siklus cuci kosong menggunakan cuka atau pembersih khusus, serta mengeringkan bagian dalam mesin setelah digunakan. Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu mencegah masalah dan menjaga kebersihan serta fungsi optimal mesin cuci Anda.