Tito Karnavian Salurkan Bantuan ke Penyintas Bencana di Aceh, Huntara Tunyang Sudah Lengkap
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, hari ini menyalurkan bantuan kepada penyintas bencana hidrometeorologi di hunian sementara (huntara) Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
Rincian Bantuan dan Kondisi Huntara
Bantuan yang disalurkan terdiri atas 222 paket perlengkapan dapur dan perlengkapan makan, serta dua toren penampungan air berkapasitas 2000 liter. Paket ini bertujuan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar sosial dan ekonomi para penyintas yang masih menetap di huntara.
Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kondisi penyintas di Desa Tunyang telah menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan dua bulan lalu. Hal ini seiring dengan rampungnya pembangunan huntara yang dilengkapi fasilitas publik memadai, seperti sanitasi, tempat bermain anak, fasilitas olahraga, aula, dan masjid untuk kegiatan masyarakat.
"Ini (huntara) luar biasa, saya enggak banyak melihat yang seperti ini. Sangat rapi dan mereka juga terlihat sekali wajah masyarakat jauh beda waktu kita dua bulan lalu datang, mereka menangis, di sini mereka sudah tersenyum tertawa," kata Tito dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2026).
Langkah Lanjutan dan Bantuan Sosial
Sebagai langkah lanjutan, Tito menyatakan akan memastikan distribusi berbagai bantuan sosial lainnya. Bantuan tersebut meliputi:
- Bantuan jaminan hidup (jadup) senilai Rp 15 ribu per orang per hari selama tiga bulan.
- Bantuan isi hunian senilai Rp 3 juta per keluarga.
- Bantuan stimulan ekonomi senilai Rp 5 juta per kepala keluarga.
Skema bantuan ini dirancang untuk menjamin keberlangsungan hidup penyintas bencana sambil menunggu hunian tetap (huntap) selesai dibangun.
Percepatan Data Huntap dan Peran Pemerintah Daerah
Tito juga meminta jajaran Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk mempercepat dan melengkapi pendataan penerima huntap. Terdapat dua model pembangunan huntap yang perlu divalidasi, yaitu huntap in-situ di lokasi semula dan huntap komunal dalam satu kompleks.
Menurutnya, kecepatan dan kelengkapan data dari pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam percepatan pembangunan huntap, agar penyintas tidak terlalu lama tinggal di huntara.
"Jadi saya memerlukan data itu secepat mungkin. Nanti tolong (mereka) didatangi, Bapak Bupati (Bener Meriah Tagore Abubakar), apa pilihan dari warga-warga," tutup Tito.
Kunjungan dan Dukungan Pejabat
Kunjungan Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian ke Bener Meriah merupakan bagian dari agenda meninjau progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus memantau perkembangan kondisi terkini penyintas di Aceh.
Dalam kesempatan ini, turut hadir Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar, serta jajaran Forkopimda se-Kabupaten Bener Meriah, menunjukkan dukungan lintas sektor dalam pemulihan bencana.



