DPR Dorong Disiplin Fiskal Hadapi Ketidakpastian Global
DPR Dorong Disiplin Fiskal Hadapi Ketidakpastian Global

Anggota Komisi XI DPR, Kamrussamad, mendorong pemerintah untuk memperkuat disiplin fiskal, mengoptimalkan diplomasi ekonomi, dan mempercepat transformasi sektor riil guna menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Hal ini disampaikannya dalam diskusi publik bertajuk Pantau APBN di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Diplomasi Ekonomi untuk Negosiasi Pinjaman

Kamrussamad menekankan pentingnya diplomasi ekonomi, terutama untuk menegosiasikan suku bunga dan tenor pinjaman dengan kreditur internasional. “Diplomasi diperlukan untuk menegosiasikan kembali suku bunga serta tenor pinjaman, mengingat kondisi ekonomi global saat ini penuh ketidakpastian,” ujarnya. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan tekanan terhadap ruang fiskal APBN.

APBN Produktif dan Efisien

Di tengah tantangan global dan domestik, Kamrussamad meminta agar APBN digunakan secara produktif untuk mendorong perekonomian masyarakat. “Karena itu, Presiden Prabowo pada Januari 2025 menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang efisiensi agar penggunaan anggaran negara dilakukan secara produktif, terukur, dan memiliki hasil yang jelas,” tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tantangan Struktural dan Fondasi Ekonomi

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai pelemahan rupiah dalam satu dekade terakhir mencerminkan tantangan struktural ekonomi yang masih perlu dibenahi. Namun, ia menilai pemerintah telah memperkuat fondasi ekonomi melalui pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan industri manufaktur serta peningkatan konektivitas. “Konektivitas yang semakin baik membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha di daerah untuk menembus pasar ekspor,” ujarnya.

Fakhrul juga menilai kinerja sejumlah indikator ekonomi, termasuk neraca perdagangan yang masih surplus, menunjukkan ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga. “Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat, didukung sumber daya alam yang melimpah dan potensi sektor produktif yang besar,” katanya. Penguatan struktur ekonomi, peningkatan kualitas belanja negara, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tengah dinamika global. “Pembangunan iklim usaha yang kondusif akan meningkatkan kepercayaan pelaku usaha sehingga pertumbuhan kredit perbankan dapat lebih optimal,” tegasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga