Sri Murni Bangkit dari Duka, Sukses Usaha Laundry Berkat Bantuan ATENSI Kemensos
Sri Murni Sukses Usaha Laundry Berkat ATENSI Kemensos

Dari Duka Menuju Sukses: Kisah Sri Murni dan Usaha Laundry yang Membanggakan

Hidup Sri Murni (50 tahun) bagaikan roda yang terus berputar. Setelah mengalami musibah kehilangan suaminya beberapa tahun lalu, perempuan tangguh ini memutuskan untuk bangkit dan melanjutkan hidup secara mandiri. Perjalanannya dimulai ketika ia memilih untuk tinggal sementara di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, sekaligus mengikuti berbagai pelatihan keterampilan melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Pelatihan dan Bantuan yang Mengubah Nasib

Di lingkungan rusun STPL, Sri Murni mengikuti pelatihan keterampilan, dengan fokus utama pada jasa laundry. Sebelumnya, ia pernah mencoba membuka usaha setrika kecil-kecilan menggunakan mesin cuci bekas, namun belum berkembang. Melalui ATENSI, ia tidak hanya mendapat pelatihan, tetapi juga bantuan peralatan usaha, termasuk mesin cuci dan setrika uap yang menjadi modal berharga.

"Banyak keterampilannya kayak jahit saya bisa, tapi saya fokusnya laundry," ujar Sri Murni dalam keterangan tertulis. Bekal ini ia bawa saat memutuskan memulai hidup baru setelah menikah dengan pria asal Lampung dan pindah ke Sumatera.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Merintis Usaha dari Nol di Lampung

Di kampung halaman suaminya, Sri Murni memulai usaha laundry dari skala kecil. Ia mengandalkan peralatan dari Kemensos dan promosi sederhana seperti dari mulut ke mulut serta penyebaran brosur. Perlahan tapi pasti, usahanya mulai dikenal oleh warga sekitar. Kini, ia mampu menyewa kios di lokasi strategis dekat pasar dan lingkungan pesantren, dengan pelanggan yang terus bertambah dari berbagai kalangan.

"Alhamdulillah sekarang sudah bisa mencapai Rp150 ribu per hari. Semoga semakin maju, bisa buat buka cabang lagi," harapnya. Dalam sehari, ia menerima puluhan kilogram cucian, sehingga pendapatannya cukup untuk membayar sewa kios dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kebahagiaan dan Rasa Syukur di Hari Raya

Usaha laundry ini kini dijalankan bersama suaminya, sementara anak-anaknya telah menapaki jalan masing-masing. Lebaran tahun ini terasa berbeda bagi Sri Murni; ia tidak lagi berada di rusun, melainkan merayakannya di tempat usahanya sendiri. "Terima kasih buat Pak Presiden Prabowo dengan dibantunya buat modal, yaitu mesin cuci. Jadi saya tambah maju," ungkapnya penuh syukur.

Kisah inspiratif ini membuktikan bahwa dukungan dan pemberdayaan dapat membuka kesempatan untuk bangkit. Di balik suara mesin cuci yang berputar, Sri Murni tidak hanya membersihkan pakaian, tetapi juga menyulam harapan baru untuk kemandirian dan kebahagiaan bersama keluarga.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga