Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan memprioritaskan pembangunan tajuk atau masjid berukuran kecil di berbagai daerah di Jawa Barat. Rencana ini bertujuan menyediakan sarana spiritualitas bagi warga yang dapat diakses setiap saat.
Pernyataan Gubernur Dedi Mulyadi
Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, saat menghadiri acara Peringatan Hari Besar Islam Muharram 1448 Hijriyah dengan tema "Menguatkan Cinta Islam dan Islam Cinta di 1448 H" di Masjid Raya Al-Jabbar, Selasa (9/6).
"Kami ingin membangun masjid-masjid kecil di lingkungan masyarakat yang membutuhkannya setiap waktu. Masjid-masjid megah sudah banyak di Jawa Barat," ujar KDM dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).
Pembangunan Terintegrasi dengan Masyarakat
Pembangunan dan pengembangan tajuk di lingkungan masyarakat akan dilaksanakan secara bertahap dan terintegrasi dengan bantuan semua pihak. Dengan demikian, tajuk yang ada tidak memerlukan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) baru.
"Kami ingin membangun masjid yang ada jamaahnya, tempat anak-anak ngaji, tempat ibadah rakyat di situ," imbuhnya.
Kritik terhadap Pergeseran Fungsi Masjid
KDM menilai telah terjadi pergeseran pemanfaatan masjid dari tempat tafakur, bersujud, dan membangun hubungan spiritual dengan Sang Pencipta menjadi sarana rekreasi.
"Kalau masjid sarana rekreasi bukan sarana spiritualitas, maka masjid hanya akan menjadi tempat selfie, bukan tempat tafakur," tegasnya.
Esensi Ibadah
Ia menjelaskan esensi ibadah terletak pada hubungan seseorang dengan Tuhannya, bukan pada kemegahan tempat ibadah. "Bertafakur bisa dilakukan di mana saja: di kamar tidur, surau kecil, bawah pohon, tepi sawah, tepi danau, pinggir gunung, tepi samudra. Tempat tidak bermakna, yang utama adalah keheningan jiwa untuk menghadirkan Tuhan dalam relung jiwa," pungkas KDM.



