Filosofi Gedung Parlemen IKN Didesain Sesuai Gaya Kepemimpinan Presiden Prabowo
Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Basuki Hadimuljono, secara resmi mengungkapkan filosofi mendalam di balik desain gedung parlemen yang akan dibangun di IKN. Menurut Basuki, filosofi tersebut diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan mencerminkan prinsip-prinsip kepemimpinan yang tegas dan berwibawa.
Prinsip Tegas dan Lurus dalam Desain Arsitektur
"Kalau filosofi gedungnya ya, jadi kalau Pak Presiden ini, mengurus negara itu harus tegas, lurus, berwibawa. Dan itu filosofi gedung MPR ya, karena dari situlah akan dikeluarkan keputusan-keputusan negara yang besar," jelas Basuki saat berada di lokasi pembangunan gedung parlemen di Kalimantan Timur, Senin (20/4/2026).
Basuki melanjutkan penjelasannya mengenai perubahan desain yang sebelumnya dinilai "agak meliut" menjadi lebih tegas dan kuat. "Jadi beliau, kenapa merubah, dulu kan agak meliut gitu, jadi kalau mengurus negara itu harus lurus, tegas, megah, kuat. Jadi itu digambarkan pada desain yang sekarang hasil studi kami ya," sambungnya.
Apresiasi dari Ketua MPR atas Desain yang Menggambarkan Keindonesiaan
Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan apresiasi tinggi terhadap desain gedung parlemen IKN yang dinilainya telah menggambarkan nilai-nilai keindonesiaan dengan sempurna. Muzani menegaskan bahwa desain yang diputuskan Basuki dan mendapat persetujuan langsung dari Presiden Prabowo merupakan sesuatu yang luar biasa.
"Saya kira itu filosofi yang menggambarkan tentang keindonesiaan. Sehingga apa yang sudah diputuskan oleh Pak Basuki dan mendapat approval langsung dari Presiden itu sesuatu yang luar biasa," ungkap Muzani.
Lokasi Strategis dan Kondisi Lingkungan yang Mendukung
Muzani secara khusus menyoroti letak strategis gedung parlemen yang diapit oleh Istana Kepresidenan dan kompleks gedung yudikatif. Lokasi ini dinilainya sangat prima dengan kontur tanah yang tinggi.
"Lokasi yang sangat bagus, sangat prima. Konturnya sangat tinggi. Di sebelah kiri Istana, di sebelah kanannya itu Yudikatif, sebelah kirinya adalah Legislatif," jelas Muzani.
Ia menambahkan, "Dan tempat ini saya kira sangat bagus. Posisinya tinggi, lebih tinggi dari rata-rata gedung pemerintahan yang ada dan sangat bagus dikelilingi oleh bukit-bukit yang luar biasa."
Dampak Positif terhadap Kenyamanan dan Produktivitas Anggota Parlemen
Letak gedung yang diapit dua bangunan besar ini diyakini akan menciptakan kesan megah sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi anggota parlemen. Muzani berharap kondisi ini akan mendorong produktivitas yang lebih baik dalam pengambilan keputusan negara.
"Sehingga itu membuat Insyaallah membuat gedung ini akan terasa megah, akan terasa menggambarkan keindonesiaan yang kokoh, yang utuh, dan akan membuat nyaman teman-teman anggota DPR, DPD yang juga anggota MPR akan makin bersemangat lagi tentang hal-hal Indonesia ke depan yang lebih produktif," tutur Muzani.
Kepastian Pemindahan Parlemen ke IKN Semakin Jelas
Muzani menegaskan bahwa tujuan kunjungannya ke lokasi pembangunan adalah untuk menakar waktu proses pemindahan anggota parlemen ke IKN. Dengan progres pembangunan yang positif dan persetujuan presiden yang telah diperoleh, kepastian pemindahan semakin nyata.
"Hari ini kami dikagetkan oleh pemberitahuan yang disampaikan oleh Kepala Otorita, Pak Basuki, bahwa persetujuan gedung parlemen, MPR, DPR dan DPD, sudah mendapat persetujuan dari Presiden. Termasuk persetujuan tentang gedung Yudikatif. Itu artinya apa? Insyaallah kita tetap akan pindah di IKN," terang Muzani.
Menjawab Keraguan Publik tentang Pemindahan IKN
Muzani mengakui masih banyak pertanyaan di masyarakat mengenai realisasi pemindahan parlemen ke IKN. Melalui kunjungan ini, ia ingin memberikan kepastian bahwa pemindahan tersebut akan benar-benar terjadi.
"Ini yang sebenarnya maksud kedatangan kami semua beserta para pimpinan MPR, untuk memastikan bahwa kapan kita akan pindah, di mana kita akan pindah, dan hari ini kita dapat kepastian bahwa kita akan pindah dengan gedung yang lebih megah," jelasnya.
Ia menambahkan, "Keputusan politik bahwa kita akan pindah sudah, karena undang-undang tentang IKN sudah kita putuskan. Tapi kapannya akan pindah itu yang menjadi masalah. Dan hari ini kami datang untuk memastikan kapan akan pindah dan kita makin yakin bahwa kepastian pindah itu makin jelas."
Dengan dimulainya pembangunan gedung parlemen di IKN, Muzani berharap semua keraguan publik dapat terjawab. Ia juga mendoakan kelancaran proses pembangunan yang dikomandoi langsung oleh Basuki Hadimuljono.



