Tokoh Muda Muhammadiyah: Dunia Butuh Bridge-Builders Atasi Konflik Timur Tengah
Dunia Butuh Bridge-Builders Atasi Konflik Timur Tengah

Tokoh Muda Muhammadiyah, Beni Pramula, mengecam segala bentuk agresi yang mengorbankan warga sipil terkait gejolak yang terjadi di Timur Tengah. Hal itu ia sampaikan saat berpidato dalam gelaran Future Action Conference (FAC) 2026 yang berlangsung pada tanggal 1-4 Mei di Casablanca, Maroko.

Kecaman terhadap Agresi di Timur Tengah

"Kita menyaksikan hari ini bagaimana ego kekuasaan di Timur Tengah, mulai dari ketegangan Iran, Israel, hingga keterlibatan Amerika, telah memperlakukan nyawa manusia seolah hanya angka dalam statistik perang. Saya berdiri di sini untuk menyatakan penolakan keras terhadap segala bentuk agresi yang tidak manusiawi. Dunia bukanlah papan catur dingin tempat para penguasa menggerakkan bidak tanpa perasaan sementara rakyat jelata menanggung penderitaannya," kata Beni seperti dikutip dari keterangan pers, Senin (4/5/2026).

Usulan Transformative Collaboration dan 5-Sila

Menurut Beni, diplomasi harus kembali pada khitahnya sebagai alat perdamaian, bukan alat pembenaran bagi serangan bersenjata. Dia menyatakan gagasan "Transformative Collaboration" dan "5-Sila" sebagai solusi atas fragmentasi global saat ini.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Pertama, Solidaritas Internasional yang tak tergoyahkan. Kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Ketiga, Persatuan global yang tidak terbagi. Keempat, Hikmat kebijaksanaan melalui dialog deliberatif. Kelima, Keadilan sosial lintas batas," ungkap kandidat doktor administrasi publik Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.

Seruan untuk Pemimpin Pembangun Jembatan

Beni meyakini, saat ini tidak dibutuhkan pemimpin yang hanya pandai memerintah perang. Melainkan membutuhkan pemimpin 'Pembangun Jembatan' (Bridge-Builders) yang berani turun ke tengah untuk menyatukan kembali potongan-potongan dunia yang retak. "World Doesn’t Need More Leaders, But More Bridge-Builders, masyarakat internasional untuk mengambil posisi yang imbang dan berani dalam menentang kekerasan," pungkas Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah DPP IMM periode 2014-2016 tersebut.

Sebagai informasi, kehadiran Beni di bumi Al-Maghribi mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang aktif menyuarakan perdamaian dunia. Seruannya menghentikan "Cold Diplomacy" dan beralih ke kolaborasi berbasis kemanusiaan disambut oleh berbagai organisasi pemuda internasional yang hadir pada forum yang diselenggarakan oleh The Organisation for Global Peace and Sustainability (OGPS). Diketahui, OGPS adalah organisasi yang didedikasikan untuk pemberdayaan pemuda, pembangunan berkelanjutan, dan pembangunan perdamaian.

Dengan demikian, Beni Pramula menegaskan bahwa dunia saat ini membutuhkan lebih banyak pembangun jembatan daripada pemimpin yang hanya mengedepankan kekuasaan. Melalui kolaborasi transformatif dan nilai-nilai kemanusiaan, diharapkan konflik di Timur Tengah dapat diatasi dan perdamaian global dapat terwujud.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga