Pemerintah Tetapkan 19 April sebagai Hari Keris Nasional Mulai 2025
19 April Ditetapkan sebagai Hari Keris Nasional Mulai 2025

Pemerintah Tetapkan 19 April sebagai Hari Keris Nasional Mulai 2025

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan secara resmi telah menetapkan tanggal 19 April sebagai Hari Keris Nasional, yang akan mulai diperingati secara nasional mulai tahun 2025. Keputusan penting ini diumumkan sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat dan melestarikan warisan budaya bangsa yang telah diakui secara internasional.

Penguatan Posisi Keris sebagai Warisan Budaya

Penetapan Hari Keris Nasional ini tidak hanya sekadar peringatan simbolis, tetapi juga bertujuan untuk memperkuat posisi keris sebagai salah satu dari 16 warisan budaya tak benda Indonesia yang telah diakui oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Pengakuan UNESCO sebelumnya telah menempatkan keris dalam peta warisan budaya dunia, dan kini pemerintah ingin memastikan bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam keris tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat modern.

Momentum penetapan hari nasional ini sekaligus menjadi upaya strategis untuk menegaskan kembali peran keris dalam konteks kekinian. Keris tidak hanya dipandang sebagai benda pusaka atau senjata tradisional, tetapi juga sebagai simbol filosofis, spiritual, dan identitas budaya Nusantara yang kaya akan makna dan sejarah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pentingnya Literasi Keris di Kalangan Masyarakat

Menanggapi penetapan ini, Abdul Jawat Nur, seorang kolektor keris sekaligus akademisi dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), menyoroti pentingnya memperluas literasi tentang keris ke seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, pemahaman yang mendalam tentang keris—mulai dari proses pembuatan, simbolisme, hingga nilai-nilai budaya yang melekat—perlu disebarluaskan agar generasi muda dapat menghargai dan melestarikan warisan ini.

Abdul Jawat Nur menekankan bahwa tanpa upaya edukasi yang sistematis, keris berisiko hanya menjadi benda mati yang kehilangan makna aslinya. Oleh karena itu, ia mendorong berbagai pihak, termasuk pemerintah, institusi pendidikan, dan komunitas budaya, untuk berkolaborasi dalam mengembangkan program-program literasi yang dapat menjangkau masyarakat luas, dari perkotaan hingga pedesaan.

Dengan penetapan Hari Keris Nasional ini, diharapkan dapat memicu gelombang kesadaran baru akan pentingnya melestarikan keris sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia. Langkah ini juga sejalan dengan upaya global dalam menjaga warisan budaya tak benda agar tetap hidup dan dinikmati oleh generasi mendatang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga