Triasmitra Pacu Proyek Kabel Laut Raksasa Penghubung Indonesia Tengah
Triasmitra Pacu Proyek Kabel Laut Raksasa di Indonesia Tengah

Triasmitra Pacu Proyek Kabel Laut Raksasa Penghubung Indonesia Tengah

Operator kabel laut Triasmitra Katrosden tengah menggeber pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Indonesia Tengah yang akan menjadi tulang punggung konektivitas digital di wilayah tersebut. Proyek infrastruktur telekomunikasi raksasa ini diumumkan langsung oleh Direktur Utama Triasmitra, Titus Dondi, dalam konferensi pers virtual pada Rabu, 21 Januari 2026.

Rencana Penggelaran dan Skala Proyek

Dibandingkan dengan proyek sebelumnya, SKKL Rising 8 yang menghubungkan Jakarta-Singapura, proyek baru ini memiliki skala yang jauh lebih besar. SKKL Indonesia Tengah akan membentang sepanjang 8.723 kilometer, menjadikannya salah satu jaringan kabel bawah laut terpanjang di perairan Indonesia. Rute kabel ini akan terbagi ke dalam lima segmen dengan penggelaran bertahap.

"Sehingga ketika penggelaran Rising 8 ini selesai April, tahun ini juga akan langsung melanjutkan penggelaran SKKL di wilayah Indonesia tengah," tegas Titus Dondi. Proses konstruksi akan dimulai dengan Segmen Sanur sampai Makassar sebagai tahap pertama, dilanjutkan dengan Segmen Selayar sampai Luwuk pada tahun 2027.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kapasitas Teknologi dan Titik Sambungan

Triasmitra berkomitmen membangun kapasitas terbesar di perairan Indonesia dengan teknologi mutakhir. Setiap fiber pair akan memiliki kapasitas 24 Tbps, dengan total 16 fiber pair yang akan dipasang. Target ready for service (RFS) ditetapkan pada tahun 2027.

Jaringan kabel ini akan menyambungkan sepuluh titik strategis di Indonesia bagian tengah:

  • Sanur (Bali)
  • Kawinda Nae
  • Labuan Bajo
  • Makassar
  • Selayar
  • Bau Bau
  • Wakatobi
  • Kendari
  • Morowali
  • Luwuk

Anggaran dan Persiapan Operasional

Untuk merealisasikan proyek ambisius ini, Triasmitra mengalokasikan anggaran sekitar USD 350 juta atau setara Rp 5,9 triliun dengan asumsi kurs USD 1 = Rp 16.966. Persiapan teknis telah dilakukan secara paralel sejak beberapa tahun terakhir.

"Selanjutnya kami akan melakukan marine survey dan juga kami sudah menjajaki vendor dan material kabel maupun repeater yang akan digunakan, juga sudah siap ada beberapa MoU dengan calon pelanggan," jelas Dani Samsul Ependi, Direktur Operasional Katrosden Triasmitra.

Dukungan Regulasi dan Strategi Jangka Panjang

Perusahaan telah mengantongi rekomendasi dari regulator untuk menggelar kabel bawah laut ini, memberikan landasan hukum yang kuat bagi pelaksanaan proyek. Penggunaan teknologi kabel repeater yang sama dengan proyek sebelumnya memastikan konsistensi dan keandalan infrastruktur.

Proyek SKKL Indonesia Tengah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Triasmitra dalam memperkuat infrastruktur digital nasional, khususnya di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan konektivitas. Dengan penyelesaian proyek ini, diharapkan terjadi lonjakan signifikan dalam kecepatan dan stabilitas internet di kawasan Indonesia tengah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga