Telkomsat Gandeng China Telecom Perkuat Internet Satelit di Daerah 3T
PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), sebagai anak perusahaan Telkom, semakin mempertegas komitmennya dalam memperluas konektivitas nasional, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan Kerja Sama Strategis Empat Pihak bersama China Telecom Corporation Limited Satellite Communications Branch (CTSC), PT China Telecom Indonesia (CTID), dan PT Skyconn Satelit Indonesia (Skyconn).
Kolaborasi Lintas Negara untuk Konektivitas Inklusif
Penandatanganan kerja sama bersejarah ini dilaksanakan di Kantor Pusat Transmisi Satelit Telkomsat. Acara tersebut dihadiri oleh General Manager CTSC Zhang Xin, General Manager CTID Tan Guohua, Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf, serta President Director PT Skyconn Satelit Indonesia Cahyadi Burhan.
Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah strategis yang signifikan untuk memperkuat ekosistem layanan komunikasi satelit nasional. Fokus utamanya adalah mendukung ketersediaan konektivitas di wilayah-wilayah yang belum terjangkau atau memiliki infrastruktur terestrial yang minim. Layanan ini juga dirancang untuk menunjang komunikasi darurat dan memenuhi kebutuhan layanan publik di daerah-daerah terpencil.
Dalam kerja sama ini, para pihak telah bersepakat untuk:
- Mendorong kesiapan teknis dan operasional sistem komunikasi satelit.
- Memastikan layanan dapat dimanfaatkan secara luas dan berkelanjutan.
- Memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk kepatuhan regulasi dan perizinan.
Menjawab Tantangan Geografis Indonesia
Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd Rauf, menegaskan bahwa kerja sama ini mencerminkan keselarasan strategis lintas negara dalam menjawab tantangan konektivitas Indonesia sebagai negara kepulauan.
"Sebagai operator satelit yang melayani negara kepulauan dengan tantangan geografis yang unik, kami sangat selaras dengan misi China Telecom Satellite untuk memastikan konektivitas yang inklusif dan andal," ujar Lukman dalam siaran pers yang diterima.
Kapabilitas Telkomsat saat ini cukup mengesankan. Perusahaan ini mengoperasikan lima satelit aktif dengan total kapasitas lebih dari 70 Gbps dan mengelola lebih dari 30.000 node aktif. Jaringan ini telah menghubungkan lebih dari 3,5 juta pengguna, termasuk sekitar 10.000 pengguna di luar negeri. Kapabilitas ini memperkuat peran Telkomsat dalam mendorong pemerataan akses digital berbasis satelit, khususnya di wilayah dengan keterbatasan jaringan darat.
Fokus pada Dampak Sosial dan Pengembangan Pasar
Lukman juga menekankan bahwa pengembangan layanan satelit tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada dampak sosial yang langsung dirasakan masyarakat.
"Menjembatani kesenjangan digital bukan hanya tantangan teknologi, tetapi juga tanggung jawab bersama kepada rakyat dan negara. Teknologi satelit memiliki peran krusial, terutama dalam situasi darurat dan di daerah yang kurang terlayani," tuturnya.
Dalam kerja sama ini, Telkomsat memegang peran penting dalam beberapa aspek kunci:
- Penyusunan strategi bisnis.
- Pengembangan kerangka operasional.
- Pengembangan pasar dan distribusi layanan komunikasi satelit di Indonesia.
- Mendorong proses komersialisasi layanan.
Ke depan, kesepakatan strategis ini akan menjadi landasan awal bagi pembahasan kerja sama lanjutan yang lebih komprehensif. Telkomsat optimistis bahwa kolaborasi ini mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan, sekaligus mendukung transformasi digital dan pemerataan konektivitas nasional, khususnya di wilayah 3T yang selama ini menjadi prioritas utama.



