Telkom Proyeksikan InfraNexia Jadi Mesin Pertumbuhan Infrastruktur Digital Indonesia
Telkom Proyeksikan InfraNexia Jadi Mesin Pertumbuhan Digital

Telkom Resmi Pisahkan Bisnis Fiber ke InfraNexia dengan Nilai Transaksi Rp35,8 Triliun

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk secara resmi telah menyelesaikan pemisahan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity ke dalam entitas baru bernama PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia. Penandatanganan akta pemisahan ini dilakukan di Jakarta pada Kamis (18/12) oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Utama InfraNexia I Ketut Budi Utama, dengan disaksikan oleh pejabat tinggi perusahaan.

Strategi Transformasi Jangka Menengah TLKM 30

Langkah strategis ini merupakan implementasi dari persetujuan pemegang saham independen Telkom melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pemisahan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia menjadi tonggak penting dalam penguatan pilar infrastruktur digital Telkom sekaligus mengakselerasi strategi transformasi jangka menengah yang dikenal sebagai TLKM 30.

"Pemisahan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan fokus bisnis, efisiensi operasional, dan nilai tambah dari aset infrastruktur fiber TelkomGroup," tegas Dian Siswarini dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Sabtu (20/12/2025).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

InfraNexia Kuasai Lebih dari 50% Aset Fiber Telkom

Setelah proses pengalihan selesai, InfraNexia akan menguasai lebih dari 50% dari total aset infrastruktur jaringan fiber Telkom yang mencakup:

  • Segmen access network
  • Aggregation network
  • Backbone network
  • Infrastruktur pendukung lainnya

Nilai transaksi bisnis dan aset pada fase spin-off pertama mencapai Rp35,8 triliun, sementara fase kedua ditargetkan tuntas sepenuhnya pada tahun 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikan saham efektif Telkom di InfraNexia meningkat menjadi 99,9999997%, mempertegas posisi Telkom sebagai Pemegang Saham Pengendali.

Komitmen Operasi Netral dan Layanan Berkualitas

Meskipun sepenuhnya dimiliki oleh Telkom, InfraNexia berkomitmen untuk tetap beroperasi secara netral dalam menyediakan layanan wholesale fiber connectivity kepada pelanggan eksternal maupun internal TelkomGroup. Model operasional ini dirancang untuk memberikan layanan wholesale yang transparan, adil, dan terbuka bagi seluruh industri telekomunikasi di Indonesia.

"Kehadiran InfraNexia sebagai entitas yang mengonsolidasikan infrastruktur fiber akan mendorong terciptanya ekosistem telekomunikasi yang lebih sehat, efisien, dan kompetitif," jelas I Ketut Budi Utama, Direktur Utama InfraNexia.

Selaras dengan Praktik Global dan Agenda Nasional

Pendekatan yang diadopsi Telkom melalui pemisahan bisnis infrastruktur ini sejalan dengan praktik terbaik di industri telekomunikasi global. Beberapa operator dunia yang telah menerapkan model serupa antara lain:

  1. Telstra dari Australia
  2. Telecom Italia (TIM)
  3. Telefonica dari Spanyol
  4. O2 dari Inggris
  5. CETIN dari Republik Ceko

Kehadiran InfraNexia juga menjadi wujud komitmen Telkom dalam mendukung transformasi BUMN yang selaras dengan agenda nasional dan amanah Danantara serta BP BUMN. Tujuannya adalah mempercepat pemerataan akses digital, meningkatkan penetrasi fixed broadband, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara menyeluruh.

Proyeksi sebagai Motor Penggerak Ekosistem Konektivitas

InfraNexia diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan baru yang akan memperkuat kinerja perusahaan melalui optimalisasi nilai strategis aset jaringan fiber optik nasional. Potensi pasar yang terus berkembang serta meningkatnya kebutuhan konektivitas digital lintas sektor membuka peluang strategis bagi InfraNexia untuk memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekosistem konektivitas nasional.

"Melalui InfraNexia sebagai entitas yang berfokus penuh pada pengelolaan dan pengembangan bisnis infrastruktur fiber, kami dapat mempercepat penetrasi jaringan, meningkatkan tata kelola wholesale business model, serta membuka peluang kemitraan strategis," tambah Dian Siswarini.

Telkom meyakini langkah strategis ini akan memperkuat posisi InfraNexia sebagai perusahaan wholesale fiber connectivity terdepan di Indonesia, sekaligus mengukuhkan TelkomGroup sebagai market leader dan enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga