Target Internet 60 Mbps di 2026, XLSmart Soroti Tantangan Fiber dan Spektrum
Target Internet 60 Mbps 2026, XLSmart Soroti Tantangan

Target Kecepatan Internet Nasional Dikebut, Operator Siap Hadapi Tantangan

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan target ambisius untuk meningkatkan kecepatan internet mobile nasional secara bertahap. Rencana strategis 2025-2029 menargetkan kecepatan rata-rata mencapai 100 Mbps pada akhir periode tersebut, dengan peningkatan bertahap dimulai dari 50 Mbps di tahun 2025, 60 Mbps di 2026, 75 Mbps di 2027, dan 90 Mbps di 2028.

Kondisi Jaringan Saat Ini dan Target Pemerintah

Berdasarkan data Komdigi, kecepatan rata-rata internet mobile broadband nasional pada tahun 2024 berada di angka 47,02 Mbps. Target peningkatan ini akan diimplementasikan oleh Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, dengan fokus pada optimalisasi jaringan 4G, perluasan layanan 5G di wilayah prioritas, serta peningkatan kualitas pengalaman pengguna secara menyeluruh.

Group Head Corporate Communication & Sustainability XLSmart, Reza Mirza, menyatakan bahwa secara umum kondisi jaringan seluler di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan, sudah berada di jalur yang tepat untuk mendukung target pemerintah tersebut. "Di wilayah perkotaan, kecepatan broadband seluler yang dirasakan pelanggan saat ini umumnya sudah berada di kisaran puluhan Mbps. Bahkan pada kondisi tertentu, kecepatan tersebut bisa mendekati atau melampaui target nasional," jelas Reza dalam keterangan resminya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kesenjangan Wilayah Perkotaan dan Non-Perkotaan

Meski optimis dengan kondisi di perkotaan, Reza mengakui bahwa tantangan masih cukup besar di luar kawasan perkotaan. Kecepatan internet di wilayah non-perkotaan masih bervariasi dan cenderung lebih rendah, terutama karena keterbatasan infrastruktur pendukung yang memadai.

"Di luar perkotaan, kecepatan masih bervariasi dan relatif lebih rendah. Target 50 Mbps pada 2025 dan 60 Mbps pada 2026 menjadi arah peningkatan kualitas layanan, tidak hanya dari sisi kecepatan, tetapi juga stabilitas dan konsistensi layanan," tegas Reza. Target tersebut diharapkan dapat mendorong pemerataan kualitas layanan internet di seluruh wilayah Indonesia.

Kesiapan Operator dan Langkah Strategis

Dari sisi kesiapan operator, Reza menegaskan bahwa industri seluler pada prinsipnya siap mendukung target pemerintah, terutama di wilayah yang infrastruktur jaringannya sudah memadai. Pasca integrasi merger, XLSmart terus melakukan pengembangan jaringan secara menyeluruh melalui beberapa langkah strategis:

  • Modernisasi perangkat jaringan 4G yang ada
  • Penggelaran jaringan 5G secara bertahap
  • Perluasan fiberisasi pada site-site eksisting
  • Optimalisasi penggunaan spektrum yang tersedia
  • Peningkatan kapasitas jaringan inti (core network)

Tantangan Utama: Infrastruktur Fiber dan Ketersediaan Spektrum

Meski telah melakukan berbagai persiapan, Reza menyebut bahwa tantangan untuk mencapai target kecepatan nasional masih cukup besar. Keterbatasan infrastruktur fiber dan backhaul menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi. Selain itu, ketersediaan spektrum untuk peningkatan kapasitas jaringan juga menjadi faktor krusial yang perlu diperhatikan.

"Karena itu, diperlukan sinergi kebijakan, kolaborasi dan dukungan semua pihak termasuk pemerintah dalam hal insentif pembangunan, peninjauan regulatory charges, kemudahan perizinan, dan persaingan sehat dalam landscape digital agar peningkatan kecepatan tetap sejalan dengan pemerataan dan kualitas layanan," tutur Reza. Kolaborasi multipihak ini dianggap essential untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Dukungan Kebijakan Pemerintah

Target peningkatan kecepatan internet ini merupakan bagian dari agenda Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun infrastruktur digital nasional. Peningkatan kualitas internet tidak hanya fokus pada penambahan cakupan, tetapi lebih pada peningkatan kualitas layanan (quality of experience/QoE) yang dirasakan langsung oleh pengguna.

Dengan rencana yang telah disusun secara bertahap, diharapkan Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dalam hal konektivitas digital dan mendukung transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi digital yang semakin berkembang pesat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga