Pengukuran efektivitas program konektivitas digital dinilai sebagai langkah krusial untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur digital benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Sarwoto Atmosutarno, dalam sebuah acara di Jakarta.
Evaluasi Terukur untuk Capaian Riil
Sarwoto menyatakan bahwa setiap perencanaan dan implementasi program konektivitas digital harus dievaluasi secara terukur. Tujuannya adalah agar pemerintah dan pemangku kepentingan dapat mengetahui capaian riil di lapangan, bukan hanya mengandalkan laporan administratif.
"Semua planning dan execution itu harus diukur. Cara mengukur itu salah satunya melalui penilaian seperti ini karena tidak semua laporan menggambarkan kondisi sebenarnya," ujar Sarwoto di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Peran Penilaian Independen
Ia menekankan pentingnya penilaian oleh pihak independen untuk menciptakan keseimbangan dalam evaluasi program pemerintah. Dengan demikian, hasil pengukuran tidak hanya bergantung pada laporan formal, tetapi juga mencerminkan kondisi menyeluruh di masyarakat.
"Dengan adanya penilaian yang dilakukan oleh mitra independen, itu menjadi balancing antara penilaian yang terstruktur secara kedinasan dengan penilaian yang lebih bebas untuk melihat kondisi secara menyeluruh," tuturnya.
Dampak sebagai Indikator Utama
Sarwoto lebih lanjut menjelaskan bahwa dampak program digitalisasi terhadap masyarakat harus menjadi indikator utama keberhasilan konektivitas digital. Hal ini mencakup peningkatan literasi digital, kualitas sumber daya manusia, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Dampak ini jauh lebih penting karena akan menunjukkan daerah mana yang maju, mana yang kurang, dan mana yang masih rata-rata. Dari situ kita bisa meningkatkan daya saing di tingkat regional bahkan global," jelasnya.
Fondasi Sumber Daya Manusia Digital
Menurutnya, penguatan kualitas sumber daya manusia digital menjadi fondasi utama dalam pengembangan ekonomi digital nasional. Kemajuan ekonomi digital sangat bergantung pada kapasitas individu dan pelaku ekosistem digital di lapangan.
"Ekonomi digital memang mendorong ekonomi nasional, tetapi pada akhirnya perkembangan terbaru akan kembali ke orangnya, individu pelakunya," ucap Sarwoto.
Apresiasi Konektivitas Digital
Pernyataan tersebut disampaikan dalam menanggapi penyelenggaraan Apresiasi Konektivitas Digital yang digelar oleh BAKTI Komdigi bersama detikcom. Acara tahun ini menyoroti kontribusi talenta digital dan komunitas dalam mendorong transformasi digital di Indonesia.
Berikut adalah nominasi yang dilakukan dalam penjurian pada acara tersebut:
- BUMDes Inovatif dalam Bisnis Digital
- Individu Pegiat Literasi Digital di Desa
- Individu Pejuang Internet Masuk Desa
- Individu Konten Kreator Lokal Kreatif
- Komunitas Pendukung Ekonomi Kreatif Digital
- Komunitas Pendorong Internet untuk Rakyat
Mastel mendorong agar evaluasi dan apresiasi terhadap dampak program konektivitas digital dilakukan secara berkala sebagai bagian dari proses peningkatan berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.



