Telkomsel: Jaringan 4G Tembus 97% Populasi, 5G Diperluas Hingga 2026
4G Telkomsel 97% Populasi, 5G Diperluas Hingga 2026

Telkomsel: Jaringan 4G Tembus 97% Populasi, 5G Diperluas Hingga 2026

Telkomsel mengungkapkan komitmennya dalam memperkuat dan memeratakan akses internet nasional melalui perluasan jaringan 4G dan 5G. Hal ini sejalan dengan sasaran Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang menargetkan rasio cakupan sinyal minimal 4G mencapai 97,50% pada tahun 2026.

Capaian 4G Telkomsel Sejalan Target Nasional

Abdullah Fahmi, VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, menyatakan bahwa hingga saat ini jaringan 4G Telkomsel telah menjangkau lebih dari 97 persen populasi Indonesia. "Hingga saat ini, Telkomsel telah membangun pemerataan jaringan 4G secara masif di Indonesia. Berdasarkan data yang pernah dipublikasikan, jaringan 4G Telkomsel telah menjangkau lebih dari 97 persen populasi Indonesia, sejalan dengan capaian nasional," ujar Fahmi dalam pernyataan tertulis.

Ia menjelaskan bahwa Telkomsel mengoperasikan ratusan ribu BTS di seluruh Indonesia, dengan mayoritas merupakan BTS 4G yang tersebar dari wilayah perkotaan hingga daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Fokus Penguatan 4G Hingga 2026

Ke depan hingga akhir 2026, Telkomsel akan tetap menjadikan penguatan jaringan 4G sebagai prioritas utama. Fokusnya terutama di area permukiman, pusat aktivitas ekonomi, serta jalur mobilitas dengan trafik tinggi. "Telkomsel akan terus memperkuat kualitas dan kapasitas jaringan 4G, termasuk peningkatan keandalan dan kecepatan akses untuk menjaga pengalaman pelanggan," kata Fahmi.

Langkah ini juga disebut sebagai bagian dari dukungan Telkomsel terhadap target pemerintah dalam mencapai rasio cakupan 4G nasional minimal 97,5 persen. Hal ini dilakukan melalui optimalisasi jaringan eksisting dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Perkembangan Jaringan 5G di Indonesia

Selain 4G, Telkomsel juga terus mengembangkan jaringan 5G secara bertahap dan terukur. Saat ini, jaringan 5G Telkomsel telah beroperasi secara komersial di lebih dari 80 kota dan kabupaten di Indonesia, dengan lebih dari 5.000 BTS 5G. "Implementasi 5G dilakukan secara selektif, sejalan dengan kesiapan ekosistem perangkat, kebutuhan pasar, dan ketersediaan spektrum," ujar Fahmi.

Hingga akhir 2026, Telkomsel menargetkan perluasan cakupan 5G yang bersifat contiguous di kota-kota besar, serta penguatan jaringan di kawasan industri, bisnis, dan pusat pertumbuhan ekonomi.

Dorongan Pemanfaatan 5G untuk Berbagai Sektor

Telkomsel juga mendorong pemanfaatan 5G untuk berbagai use case di segmen enterprise dan sektor industri. Pemanfaatan ini mencakup bidang seperti:

  • Manufaktur
  • Pertambangan
  • Logistik
  • Smart city
  • Transportasi
  • Pariwisata

"Selain perluasan jaringan, kami aktif mendorong kolaborasi lintas sektor agar 5G memberikan manfaat nyata, baik bagi pelanggan ritel maupun korporasi," tambah Fahmi.

Respons Terhadap Kebijakan Keterjangkauan Internet

Menanggapi rencana Komdigi untuk mendorong paket internet yang semakin terjangkau, Fahmi menyatakan Telkomsel menyambut baik arah kebijakan tersebut. "Telkomsel menyambut baik upaya Komdigi dalam mendorong peningkatan keterjangkauan layanan broadband bagi masyarakat," ucapnya.

Ia menilai bahwa berdasarkan berbagai kajian konsultan independen, harga layanan internet bergerak di Indonesia saat ini sudah relatif terjangkau dan kompetitif dibandingkan negara lain. Terutama jika dilihat dari rasio harga terhadap pendapatan.

Namun, Fahmi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara:

  1. Harga yang terjangkau
  2. Kualitas layanan
  3. Keberlanjutan investasi

"Operator seluler terus melakukan efisiensi operasional, modernisasi jaringan, serta pengembangan paket data yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan pelanggan," jelasnya.

Harapan Sinergi Kebijakan Pemerintah dan Industri

Ke depan, Telkomsel berharap adanya sinergi kebijakan yang berkelanjutan antara pemerintah dan industri. Termasuk dukungan untuk menciptakan struktur biaya industri yang lebih efisien. "Dengan dukungan kebijakan yang tepat, operator dapat terus memperluas jaringan, meningkatkan kualitas layanan, serta menghadirkan harga yang semakin inklusif bagi masyarakat," kata Fahmi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Ia menegaskan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah dan industri menjadi kunci untuk mewujudkan layanan broadband yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan. Hal ini penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa depan.