Pakar Peringatkan Risiko Penyesatan Informasi oleh Kecerdasan Buatan
Risiko Penyesatan Informasi oleh Kecerdasan Buatan

Perkembangan kecerdasan buatan (AI), khususnya generative AI, meningkatkan risiko penyesatan informasi secara masif melalui fenomena yang disebut automation of deception. Peringatan ini disampaikan oleh akademisi dari University of Turin, Dr. Simone Natale, dalam kuliah umum bertajuk "AI, Visual Communication, and the Automation of Deception" yang diselenggarakan oleh Universitas Bunda Mulia beberapa waktu lalu.

Ancaman Baru di Era Digital

Dr. Natale, yang juga menerbitkan buku Deceitful Media: Artificial Intelligence and Social Life after the Turing Test, menjelaskan bahwa generative AI kini mampu menghasilkan gambar, narasi, dan berbagai konten digital yang tampak autentik serta meyakinkan. Kemampuan ini membuka peluang besar bagi industri kreatif dan dunia desain komunikasi visual. Namun, di sisi lain, teknologi yang sama juga menghadirkan tantangan etis baru, mulai dari manipulasi informasi hingga produksi visual yang menyesatkan.

Dampak pada Masyarakat

Fenomena automation of deception dapat memperburuk penyebaran disinformasi di media sosial dan platform digital lainnya. Dengan kemudahan menciptakan konten palsu yang realistis, masyarakat harus lebih waspada dalam memverifikasi informasi. Dr. Natale menekankan pentingnya literasi digital dan regulasi yang ketat untuk mengatasi risiko ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga
Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram