Di balik setiap produk kecantikan, terdapat proses yang melibatkan banyak pertimbangan ilmiah. Hal ini meliputi pemilihan bahan aktif, menjaga stabilitas formula, hingga menentukan shade yang sesuai dengan karakteristik kulit konsumen Indonesia. Bagi ParagonCorp, kompleksitas tersebut terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan konsumen akan produk yang lebih personal dan relevan.
Transformasi R&D Menuju Smart Lab 2.0
Untuk menjawab kebutuhan itu, ParagonCorp memperkuat transformasi di bidang riset dan pengembangan melalui Smart Lab 2.0. Pada tahap ini, teknologi AI mulai diintegrasikan ke dalam proses formulasi, pengelolaan bahan baku, hingga pengembangan platform konsumen. Transformasi R&D ParagonCorp berlangsung secara bertahap, dimulai dari sistem berbasis kertas dan logbook manual, kemudian berkembang menuju Smart Lab 1.0 melalui platform formulasi berbasis web. Kini, R&D ParagonCorp memasuki fase Smart Lab 2.0 di mana AI mulai dibangun di atas infrastruktur digital yang telah terintegrasi. Ke depan, ParagonCorp juga menyiapkan pengembangan menuju Smart Lab 3.0 yang mencakup robotic formulation, automated warehouse, hingga close-system automated pilot scale.
Pernyataan Deputy CEO ParagonCorp
Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E, FINSDV, menyatakan, "Kami tidak lagi berada pada tahap digitalisasi dasar, tetapi mulai membangun lapisan AI di atas infrastruktur R&D yang telah terintegrasi. Tujuannya bukan hanya mempercepat inovasi, tetapi juga membantu proses riset menjadi lebih adaptif, sistematis, dan scalable." Hal tersebut disampaikannya melalui presentasi bertajuk "AI-Driven Formulation: Accelerating Ingredient Discovery & Intelligent Experiment Design" pada forum Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026 yang diselenggarakan PERKOSMI di JIExpo Kemayoran, Jakarta. ICI 2026 menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku industri dalam membahas arah masa depan industri kosmetik nasional, termasuk pemanfaatan AI dalam proses riset dan pengembangan.
Implementasi AI di R&D ParagonCorp
Dalam implementasinya, AI telah digunakan di berbagai lini R&D ParagonCorp. Salah satunya melalui AI Color Matching dalam proses formulasi produk kosmetik. Dengan pendekatan berbasis kalibrasi spektrofotometer dan colorant tinting database, sistem ini mampu menghasilkan formula warna prediktif dengan tingkat akurasi lebih dari 95% sekaligus memangkas waktu formulasi hingga sekitar 60% dibandingkan proses konvensional. Pemanfaatan AI juga mendukung proses ingredient discovery dan intelligent experiment design melalui pengolahan biological big data, mulai dari skin genomics, metabolomics, hingga skin microbiome. Pendekatan ini membantu tim peneliti mengidentifikasi kandidat ingredient yang lebih potensial dan relevan untuk berbagai kebutuhan kulit, mulai dari brightening, anti-acne, hingga skin barrier.
Inovasi Inklusif untuk Konsumen Indonesia
Tidak hanya pada proses riset, pemanfaatan AI juga membuka peluang bagi ParagonCorp untuk menghadirkan inovasi yang lebih inklusif dan tepat sasaran. Melalui pembangunan dataset warna kulit dari lebih dari 1.000 perempuan Indonesia, perusahaan dapat mengembangkan shade produk yang lebih representatif terhadap keberagaman konsumen lokal, mulai dari kategori cushion hingga foundation. "AI membantu kami memahami konsumen Indonesia secara lebih mendalam, bukan hanya dari sisi preferensi, tetapi juga karakteristik biologis kulitnya. Dari sanalah inovasi yang benar-benar relevan dapat lahir," ungkap dr. Sari.
AI sebagai Co-Pilot, Bukan Autopilot
Di balik transformasi ini, ParagonCorp menegaskan teknologi bukan menjadi tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi konsumen dan industri. Dalam penerapannya, AI diposisikan sebagai co-pilot yang membantu tim peneliti bekerja lebih cepat dan lebih terarah. Meski begitu, keputusan ilmiah dan tanggung jawab dalam pengembangan produk tetap berada di tangan manusia sebagai fondasi utama proses riset dan inovasi. "AI bagi kami adalah co-pilot, bukan autopilot. AI membantu mempercepat proses dan membuka kemungkinan baru, tetapi sentuhan manusia tetap menjadi penentu utama dalam menghadirkan inovasi yang bertanggung jawab," tegas dr. Sari.
Manfaat bagi Konsumen dan Industri
dr. Sari mengungkapkan setiap percepatan yang dihadirkan AI pada akhirnya harus bermuara pada manfaat bagi konsumen. Mulai dari formulasi yang lebih presisi, shade yang lebih representatif, hingga proses inovasi yang lebih efisien dan minim waste dalam pengembangannya. Adapun partisipasi ParagonCorp dalam ICI 2026 juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendorong perkembangan industri kosmetik nasional yang lebih inovatif dan berkelanjutan. ParagonCorp percaya pemanfaatan AI yang bertanggung jawab dengan tetap mengedepankan keamanan, etika, dan kebutuhan konsumen penting dalam membangun masa depan industri kosmetik Indonesia yang semakin personal, inklusif, dan berdaya saing global.



