Meteor Meledak di AS Setara 300 Ton TNT, NASA Konfirmasi Objek Alami
Meteor Meledak di AS Setara 300 Ton TNT

Jakarta - Sebuah meteor yang jatuh ke Bumi meledak di atas wilayah timur laut Amerika Serikat pada Sabtu lalu, menghasilkan ledakan yang setara dengan 300 ton TNT. Peristiwa ini mengguncang rumah-rumah warga dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

NASA Konfirmasi Objek Alami

Wakil Kepala Berita Badan Antariksa AS, Jennifer Dooren, menegaskan bahwa bola api tersebut tidak terkait dengan hujan meteor aktif yang sedang berlangsung. "Ini adalah objek alami, bukan puing-puing luar angkasa atau satelit yang masuk kembali," ujarnya, seperti dikutip dari AFP pada Minggu (31/5/2026).

Energi yang dilepaskan saat meteor pecah diperkirakan setara dengan sekitar 300 ton TNT, yang menjelaskan ledakan keras yang terdengar oleh warga setempat. Meteor tersebut pecah di atas Massachusetts timur laut dan New Hampshire tenggara pada pukul 14:06 waktu setempat (1806 GMT).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kecepatan dan Ketinggian Meteor

Menurut Dooren, meteor itu melaju dengan kecepatan luar biasa, yaitu 75.000 mil per jam (lebih dari 120.000 kilometer per jam) pada ketinggian sekitar 40 mil ketika pecah. Kecepatan dan energi kinetik yang besar menyebabkan ledakan dahsyat yang terasa hingga ke permukaan.

Warga setempat melaporkan bahwa ledakan tersebut sangat kuat hingga membuat rumah-rumah bergetar. Pengguna media sosial pun ramai mengunggah pengalaman mereka, menggambarkan suara dentuman yang tidak terduga.

Perbandingan dengan Peristiwa Chelyabinsk

Peristiwa ini mengingatkan pada ledakan meteor di Chelyabinsk, Rusia, pada tahun 2013. Saat itu, sebuah batuan luar angkasa seukuran rumah meledak 14 mil di atas permukaan tanah, melepaskan energi setara 440.000 ton TNT. Ledakan tersebut menghancurkan jendela di area seluas lebih dari 200 mil persegi (518 kilometer persegi) dan melukai lebih dari 1.600 orang, sebagian besar akibat pecahan kaca.

Meskipun ledakan kali ini jauh lebih kecil, kewaspadaan tetap diperlukan. NASA terus memantau objek-objek dekat Bumi untuk mengantisipasi potensi bahaya di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga