BSSN Tegaskan Keamanan Siber Sebagai Fondasi Kepercayaan Ekosistem Digital Nasional
BSSN: Keamanan Siber Fondasi Kepercayaan Ekosistem Digital

BSSN Tegaskan Keamanan Siber Sebagai Fondasi Kepercayaan Ekosistem Digital Nasional

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terus memperkuat ekosistem keamanan siber nasional melalui pendekatan kolaboratif berbasis Quad Helix, yang melibatkan sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas. Media massa juga dianggap sebagai mitra strategis utama dalam diseminasi informasi siber kepada publik, menekankan peran pentingnya dalam membangun kepercayaan digital.

Sinergi Quad Helix dan Peran Media

Menurut Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Bert BSSN, B.W. Sumakud, sinergi dengan media nasional merupakan implementasi konkret dalam memperkuat pendekatan Quad Helix serta diseminasi keamanan siber nasional. "Tanpa ketahanan siber yang kuat, transformasi digital tidak akan berjalan optimal," kata Berty dalam silaturahmi bersama kelompok media massa di Jakarta. Dia menegaskan bahwa keamanan siber adalah fondasi kepercayaan ekosistem digital nasional, yang harus didukung oleh semua pihak.

Unsur Penting: People, Process, Technology

Dalam kesempatan yang sama, I Made Wiryana, pakar keamanan siber, menyoroti tiga unsur penting dalam membangun keamanan siber nasional: People, Process, dan Technology. "Namun saat ini unsur people menjadi sorotan, karena kebijakan serta inisiatif yang muncul kurang memperhatikan unsur people. Maka dari itu literasi serta edukasi keamanan siber menjadi kunci penting pembangunan keamanan siber nasional," saran Wiryana. Dia menekankan bahwa peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat melalui edukasi adalah langkah kritis untuk mengatasi tantangan siber.

Peran Media dalam Komunikasi Krisis Siber

Pakar Komunikasi Ermiel Thabrani memastikan peran penting media dalam membantu penyampaian komunikasi krisis serta mempertahankan kepercayaan di tengah krisis siber yang sering terjadi. "Dalam situasi krisis atau insiden siber nasional, cara institusi merespons dan membangun narasi publik akan menentukan persepsi masyarakat serta kredibilitas BSSN sebagai otoritas siber di tingkat nasional maupun internasional," wanti dia. Media diharapkan dapat menjadi jembatan informasi yang efektif untuk membentuk persepsi publik dan mempercepat literasi digital.

Silaturahmi Ramadan dan Agenda Strategis

Diskusi ini berlangsung dalam kegiatan Silaturahmi Ramadan BSSN bersama pemimpin redaksi dan jajaran redaksi media massa, yang mengusung sesi Dialog Keamanan Siber (CyberTalk) pada Selasa (10/3). Kegiatan ini dimoderatori langsung oleh Sandiman Utama pada Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi Negara, Dwi Kardono. BSSN menegaskan bahwa pendekatan Quad Helix merupakan bentuk kolaborasi sinergis yang tidak dapat ditawar dalam membangun ekosistem siber nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, BSSN memperkenalkan agenda strategis Cyber Resilience & Defense 2026, sebuah forum nasional yang dirancang untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dari lima unsur utama: pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan media dalam satu platform kolaboratif. Forum ini bertujuan untuk mendorong dialog strategis, berbagi praktik terbaik, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi dinamika ancaman siber yang semakin kompleks.

Dalam kerangka ini, media massa menempati posisi strategis sebagai jembatan informasi, pembentuk persepsi publik, dan akselerator literasi digital masyarakat. Dengan demikian, BSSN berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem keamanan siber melalui pendekatan holistik dan inklusif, demi mendukung transformasi digital Indonesia yang aman dan terpercaya.