Aktivis Iran Desak AS Aktifkan Starlink Direct-to-Cell untuk Atasi Pemadaman Internet Berkepanjangan
Aktivis di Iran sedang melobi pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat untuk mengizinkan perusahaan komunikasi AS, termasuk SpaceX dengan layanan Starlink, mengaktifkan teknologi direct-to-cell di wilayah Iran. Teknologi mutakhir ini memungkinkan ponsel terhubung langsung ke jaringan satelit Starlink tanpa memerlukan peralatan tambahan seperti terminal penerima khusus.
Pemadaman Internet Masuk Minggu Kedua
Desakan untuk mendapatkan akses khusus ke layanan ini muncul seiring pemadaman internet skala nasional di Iran yang telah memasuki minggu kedua. Negara tersebut mengalami pemadaman internet sejak tanggal 8 Januari menyusul protes anti-pemerintah yang meluas.
Wakil Presiden Iran, Hossein Afshin, menyatakan bahwa internet akan berangsur normal dan pembatasan akan segera dicabut, menurut laporan Tasnim News Agency. Namun, dengan pemadaman yang kini memasuki hari ke-12, organisasi pemantau NetBlocks memposting di platform X bahwa konektivitas internet di Iran tetap berada pada tingkat minimal.
Ketergantungan pada Terminal Starlink yang Terbatas
Saat ini, para aktivis di Iran mengandalkan terminal satelit Starlink milik SpaceX yang meskipun ilegal di negara tersebut, dapat terhubung langsung dengan satelit dan menyediakan koneksi Wi-Fi bagi pengguna. SpaceX bahkan menggratiskan biaya layanan Starlink di Iran sebagai bentuk dukungan.
Namun menurut Nariman Gharib, aktivis oposisi Iran dan pakar siber, jumlah terminal Starlink di Iran saat ini sangat terbatas. Menyelundupkan lebih banyak perangkat ke negara itu dinilai berbahaya dan memakan waktu cukup lama.
Keunggulan dan Tantangan Teknologi Direct-to-Cell
Layanan direct-to-cell Starlink menawarkan keunggulan signifikan karena lalu lintas data tidak melewati infrastruktur lokal Iran, sehingga koneksinya independen dan sangat aman. Namun, dengan harga terminal yang tinggi dan jumlah yang terbatas, orang yang memiliki terminal Starlink sering membagi koneksi dengan orang lain melalui VPN.
Amir Rashidi, direktur keamanan internet di Miaan Group, menjelaskan bahwa VPN menggunakan infrastruktur lokal sehingga dapat dideteksi oleh pihak berwenang. Gharib mengaku mendengar laporan bahwa pihak berwenang telah mendatangi rumah-rumah yang dicurigai memiliki terminal ilegal.
"Dengan layanan direct-to-cell, masalah razia semacam itu seharusnya tidak terjadi karena ponsel terhubung langsung dengan satelit dan memintas infrastruktur lokal mana pun," kata Rashidi kepada ABC News yang dikutip detikINET.
Kompatibilitas dan Cakupan yang Terbatas
Gharib memperkirakan sekitar 20% orang Iran saat ini dapat mengakses jaringan direct-to-cell, namun hanya model smartphone relatif baru yang kompatibel dengan teknologi ini. Tiga model paling populer di Iran, yaitu Samsung Galaxy A32, A51, dan A54, semuanya mendukung teknologi tersebut.
Apa Itu Layanan Direct to Cell Starlink?
Direct to Cell adalah layanan baru Starlink di mana satelit di orbit bumi rendah berfungsi layaknya menara ponsel di luar angkasa. Sistem ini menyediakan konektivitas seluler terbatas secara langsung ke ponsel yang kompatibel, tanpa memerlukan terminal satelit berbasis darat.
Layanan ini telah memasuki tahap operasional awal di Amerika Serikat dan Selandia Baru, dan utamanya dirancang untuk mengisi celah cakupan serta titik buta pada jaringan seluler konvensional.
Tantangan Teknis yang Harus Diatasi
Satelit di orbit Bumi rendah bergerak sangat cepat relatif terhadap permukaan Bumi, jauh lebih cepat dari kendaraan darat atau pesawat terbang. Kondisi ini menghadirkan beberapa tantangan teknis:
- Sebuah satelit hanya "terlihat" oleh pengguna dalam waktu terbatas, sehingga memerlukan pengalihan koneksi antar satelit untuk menjaga koneksi tetap stabil
- Kecepatan relatif yang tinggi menciptakan "efek Doppler", menyebabkan pergeseran frekuensi cepat yang harus dikompensasi melalui teknik sinkronisasi dan pelacakan canggih
Meskipun demikian, generasi ponsel yang lebih baru semakin mampu menangani kondisi teknis yang menantang ini, membuka peluang untuk adopsi teknologi satelit langsung ke ponsel yang lebih luas di masa depan.



