Triasmitra Gelar Kabel Laut Rising 8, Kapasitas Internet RI Capai 400 Tbps
Kabel Laut Rising 8 Triasmitra, Kapasitas 400 Tbps

Triasmitra Gelar Kabel Laut Rising 8, Kapasitas Internet RI Capai 400 Tbps

Kecepatan internet di Indonesia diproyeksikan akan semakin melesat dengan penggelaran Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) terbaru. Perusahaan penyelenggara kabel laut, Ketrosden Triasmitra, resmi meluncurkan proyek SKKL Rising 8 yang menghubungkan Jakarta dengan Singapura melalui rute strategis.

Rute dan Kapasitas Mencengangkan

SKKL Rising 8 membentang sepanjang 1.128,5 kilometer dengan jalur Jakarta-Batam-Singapura. Yang lebih mengesankan adalah kapasitas bandwidth yang ditawarkan mencapai lebih dari 400 Tbps untuk rute end-to-end. Direktur Utama Triasmitra, Titus Dondi, dalam konferensi pers virtual mengungkapkan bahwa sistem ini dirancang untuk mendukung 16 fiber pairs dengan kapasitas lebih dari 25 Tbps per fiber pair.

"Dengan kapasitas sebesar ini, kami dapat menyampaikan dan mengklaim bahwa kabel Rising 8 memiliki kapasitas terbesar yang ada di Indonesia saat ini," tegas Titus. Implementasi awal mendukung 800 G per kanal, menjadikannya infrastruktur digital yang sangat futuristik.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Teknologi Canggih dan Keandalan Terbukti

Sistem ini mengadopsi teknologi mutakhir untuk memastikan keandalan maksimal. Menggunakan repeater aktif dan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) yang telah terbukti sejak 2006 tanpa catatan kegagalan. Umur sistem diperkirakan lebih dari 25 tahun, menjamin investasi jangka panjang untuk infrastruktur digital nasional.

Kabel bawah laut berkualitas tinggi diproduksi oleh Norddeutsche Seekabelwerke GmbH (NSW) Jerman, bagian dari Prysmian Group dengan pengalaman lebih dari 125 tahun. Infrastruktur ini terintegrasi dengan 11 unit repeater berteknologi tinggi dari Alcatel Submarine Networks (ASN) Prancis.

Proses Penggelaran dan Target Penyelesaian

Penggelaran kabel laut telah dimulai sejak 13 Januari 2026 dan telah mencapai panjang 35 kilometer. Proyek ambisius ini ditargetkan rampung pada April 2026. Proses pengerjaan menggunakan kapal berbendera Indonesia, Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari, menunjukkan komitmen penggunaan sumber daya dalam negeri.

"Penggelaran yang dimulai sejak 13 Januari kemarin, diharapkan kabel ini akan tuntas dan siap beroperasi di April 2026," jelas Titus optimistis.

Aspek Lingkungan dan Kolaborasi Strategis

Triasmitra memastikan bahwa proyek SKKL Rising 8 telah memperoleh seluruh perizinan yang dipersyaratkan, termasuk Izin Lingkungan (AMDAL). Artinya, penggelaran telah melalui kajian komprehensif terhadap:

  • Aspek ekologi laut
  • Keselamatan pelayaran
  • Perlindungan kawasan pesisir dan biota laut

Proyek ini dilakukan bekerja sama dengan Moratelindo dengan investasi sekitar USD 80 juta atau setara Rp 1,36 triliun. Kolaborasi ini memperkuat ekosistem infrastruktur digital Indonesia di kancah regional.

Dengan kapasitas 400 Tbps, SKKL Rising 8 tidak hanya memenuhi kebutuhan bandwidth saat ini tetapi juga mempersiapkan Indonesia untuk lonjakan data di era digital yang terus berkembang. Proyek ini menjadi tonggak penting dalam percepatan transformasi digital nasional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga