Ericsson Mobility Report edisi Juni 2026 memproyeksikan ledakan penetrasi jaringan 5G di Indonesia pada tahun 2031, dengan jumlah pengguna mencapai 213 juta atau 59 persen dari total pengguna seluler. Laporan yang dirilis di Jakarta pada Selasa (23/6/2026) ini juga mengungkapkan bahwa hingga kuartal pertama 2026, terdapat 3,1 miliar pengguna 5G di seluruh dunia, dan angka tersebut diperkirakan tumbuh menjadi 6,4 miliar pada 2031.
Proyeksi Pertumbuhan 5G Global dan Regional
Stanislaus Bawono, Head of Network Solutions Ericsson South East Asia, dalam media briefing di Jakarta, Rabu (23/6/2026), menyatakan bahwa hampir mayoritas operator di dunia telah meluncurkan 5G. "Karena sekarang sudah ada hampir majority dari operator-operator seluruh dunia itu, sudah ada 390 aktif operator di dunia yang sedang launching 5G, jadi yang kita lihat growing terus," kata Stanis.
Di kawasan Asia Tenggara dan Oseania, adopsi 5G pada tahun 2025 mencapai 14 persen, sementara 4G masih mendominasi dengan 76 persen. Namun, pada tahun 2031, adopsi 5G di kawasan ini diprediksi melonjak hingga 56 persen, dipimpin oleh Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Kondisi 5G di Indonesia Saat Ini dan Target 2045
Khusus di Indonesia, Ericsson melaporkan bahwa pada tahun 2025 terdapat 22 juta pengguna 5G, atau 7 persen dari total pengguna. Jumlah ini diproyeksikan melonjak menjadi 213 juta pada 2031, setara dengan 59 persen dari seluruh pengguna seluler di Tanah Air.
Ronni Nurmal, Head of Government & Industry Relation Ericsson Indonesia, menekankan pentingnya 5G sebagai infrastruktur kritis. "Sekali lagi, 5G menjadi critical infrastructure, infrastruktur yang vital untuk pertumbuhan digital economy. Dan kita lihat, ini akan membantu mencapai target Indonesia Digital 2045," ujar Ronni dalam kesempatan yang sama.
Peran Frekuensi Mid-Band dan Lelang Spektrum
Laporan Ericsson juga menyoroti pentingnya ketersediaan frekuensi mid-band, seperti 2,6 GHz dan 3,5 GHz, untuk memperluas cakupan 5G. Ericsson berharap lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang telah dibuka oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan mempercepat penetrasi 5G di Indonesia.
"Mid band ini sebenarnya yang sangat penting untuk menggunakan 5G secara, potensinya secara full," jelas Stanis. Ia menambahkan, "Kalau ini dikombinasi dengan full coverage, dan kemudian ditambah dengan 5G yang kita pakai sekarang, misalnya di 1.800, 2.100, atau lebih 2.300 yang kita sebut low-band itu makin membuat mobility sama full coverage menjadi lebih baik."
Evolusi Menuju 6G
Meskipun adopsi 5G global belum merata, Ericsson telah mulai mempersiapkan evolusi jaringan berikutnya, yaitu 6G. Spesifikasi awal 6G diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2028 atau awal 2029, dengan peluncuran layanan komersial pertama pada tahun 2030.
"Prediksinya ketika launching di 2031, itu market utama yang biasanya duluan itu adalah China, Jepang, Korea Selatan, kemudian negara-negara Teluk," ucap Stanis. Dengan demikian, Indonesia diproyeksikan akan menjadi salah satu pasar utama 5G dalam beberapa tahun mendatang, seiring dengan upaya pemerintah dan operator untuk memperluas infrastruktur dan meningkatkan adopsi.



