Piala Dunia 2026 Jadi Ladang Basah Pembajak, Ungkap Mantan Agen FBI
Piala Dunia 2026 Jadi Ladang Basah Pembajak

JAKARTA, Nusantara Daily - Momentum Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi ladang subur bagi para pembajak untuk meraup keuntungan besar melalui monetisasi situs ilegal. Hal ini diungkapkan oleh Larissa Knapp, mantan agen Federal Bureau of Investigation (FBI) dengan pengalaman 27 tahun yang kini menjabat sebagai bagian dari Motion Picture Association (MPA) dan tergabung dalam Alliance for Creativity and Entertainment (ACE), sebuah koalisi global yang memerangi pembajakan.

Piala Dunia 2026: Peluang Emas bagi Pembajak

Menurut Knapp, momen sebesar Piala Dunia menjadi tantangan tersendiri karena seluruh pasar berfokus menyajikan konten kepada penontonnya. Namun, di sisi lain, hal ini juga membuka peluang besar bagi para pembajak untuk mendapatkan uang melalui situs ilegal. "Ketika semua perhatian tertuju pada satu acara besar seperti Piala Dunia, para pembajak melihatnya sebagai kesempatan emas untuk mengeruk keuntungan," ujar Knapp dalam sebuah pernyataan.

Peran ACE dalam Memerangi Pembajakan

ACE, yang dipimpin oleh MPA, telah lama berkomitmen untuk melindungi hak kekayaan intelektual di seluruh dunia. Dengan pengalaman Knapp sebagai mantan agen FBI, koalisi ini semakin diperkuat dalam upaya penindakan pembajakan. Knapp sendiri telah berkecimpung dalam isu hak kekayaan intelektual sejak awal kariernya, sehingga pemahamannya tentang modus operandi pembajak sangat mendalam.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Baca juga: Penindakan Pembajakan Bawa Dampak Positif bagi Platform Streaming Legal di Indonesia

Dengan semakin maraknya platform streaming ilegal, ACE terus berupaya untuk menutup akses ke situs-situs tersebut. Namun, tantangan terbesar adalah ketika acara besar seperti Piala Dunia berlangsung, di mana volume konten yang dibajak meningkat drastis. "Kami harus bekerja lebih keras untuk melindungi hak cipta dan memastikan bahwa para pembajak tidak mendapatkan keuntungan dari kerja keras para kreator konten," tegas Knapp.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dan diprediksi akan menjadi salah satu turnamen sepak bola paling dinanti sepanjang sejarah. Namun, di balik euforia tersebut, ancaman pembajakan tetap mengintai. ACE dan MPA berkomitmen untuk terus memantau dan menindak situs ilegal yang mencoba memanfaatkan momen ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga