Ahli Kelistrikan Peringatkan Bahaya Kesalahan Saat Mengisi Daya Perangkat
Para ahli kelistrikan telah mengeluarkan peringatan serius mengenai sejumlah kesalahan umum yang sering dilakukan saat mengisi daya perangkat elektronik. Kesalahan-kesalahan ini tidak hanya dapat memperpendek usia pakai baterai secara signifikan, tetapi juga berpotensi merusak perangkat secara permanen dan bahkan memicu insiden kebakaran yang berbahaya.
Risiko Panas Berlebih dan Gangguan Listrik
Menurut para ahli, sambungan listrik yang rusak, kabel charger yang terkelupas, atau penggunaan stopkontak yang tidak sesuai standar dapat menimbulkan panas berlebih dan gangguan listrik yang serius. Kondisi ini merupakan pemicu utama kerusakan perangkat dan potensi kebakaran di rumah tangga maupun lingkungan kerja.
Dilansir dari berbagai sumber termasuk Martha Stewart, berikut adalah 10 hal yang sebaiknya dihindari saat mengisi daya perangkat elektronik untuk menjaga keamanan dan keawetan perangkat:
- Menggunakan kabel charger yang rusak atau terkelupas: Segera ganti kabel begitu terlihat retak, terkelupas, atau serat di dalamnya mulai tampak. Kabel yang rusak dapat menyebabkan korsleting listrik.
- Mengisi daya semalaman tanpa pengawasan: Praktik ini dapat menyebabkan overcharging yang merusak sel baterai lithium-ion.
- Menggunakan charger yang tidak kompatibel: Voltage dan ampere yang tidak sesuai dapat merusak sirkuit internal perangkat.
- Meletakkan perangkat di tempat tertutup saat charging: Ventilasi yang buruk meningkatkan risiko panas berlebih.
- Mengisi daya di lingkungan yang lembab: Kelembaban dapat menyebabkan korosi pada komponen listrik.
- Menggunakan stopkontak yang overload: Stopkontak yang menanggung beban terlalu banyak perangkat rentan terhadap panas berlebih.
- Mengabaikan kabel yang melintas di area lalu lintas: Kabel yang terinjak atau tertarik dapat rusak secara internal tanpa terlihat dari luar.
- Tidak mencabut charger saat tidak digunakan: Charger yang tetap terhubung ke stopkontak masih mengonsumsi listrik dan berpotensi panas.
- Mengisi daya perangkat yang terlalu panas Suhu tinggi mempercepat degradasi baterai dan berisiko ledakan.
- Menggunakan power bank berkualitas rendah: Power bank murah seringkali tidak memiliki sistem proteksi yang memadai.
Prioritaskan Keamanan dan Perawatan
Para ahli menekankan bahwa kesadaran akan praktik pengisian daya yang aman sangat penting di era digital saat ini. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, pengguna tidak hanya dapat memperpanjang usia pakai baterai dan perangkat elektronik mereka, tetapi juga secara signifikan mengurangi risiko kecelakaan listrik dan kebakaran yang dapat membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda.
Pemeriksaan rutin terhadap kondisi kabel charger, penggunaan perangkat charging yang berkualitas, dan pemahaman tentang kapasitas stopkontak merupakan langkah-langkah preventif yang sederhana namun efektif. Investasi pada peralatan charging yang memenuhi standar keamanan terbukti lebih hemat dalam jangka panjang dibandingkan menanggung biaya perbaikan atau penggantian perangkat yang rusak akibat kesalahan pengisian daya.