Keluhan Konsumen: Tiket Pesawat Gagal Terbit di Agoda, Dana Rp 6,2 Juta Belum Direfund
Seorang konsumen bernama Darmandj melaporkan pengalaman buruk dalam pembelian tiket pesawat melalui platform perjalanan Agoda. Keluhan ini menyoroti masalah tiket yang gagal terbit dan proses pengembalian dana yang lambat, menimbulkan kerugian finansial dan ketidaknyamanan bagi pelanggan.
Kronologi Pembelian Tiket yang Bermasalah
Pada tanggal 8 Februari 2026, Darmandj membeli tiket pesawat dari Jakarta menuju Padang melalui Agoda dengan total biaya sekitar Rp 6,2 juta. Setelah menunggu dalam waktu yang cukup lama, ia baru mendapatkan kepastian bahwa tiket tersebut gagal diterbitkan oleh sistem. Situasi ini memaksa Darmandj untuk mengambil langkah darurat dengan memesan tiket baru melalui Agoda, kali ini dengan maskapai yang berbeda, seharga Rp 6,9 juta.
Akibatnya, konsumen ini harus mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp 700 ribu untuk memastikan perjalanannya tetap berjalan, meskipun pembayaran awal untuk tiket yang gagal terbit belum dikembalikan.
Janji Refund yang Belum Terwujud
Setelah menghubungi layanan pelanggan Agoda, Darmandj diberi tahu bahwa pihak Agoda akan melakukan pengembalian dana untuk pembayaran tiket yang gagal terbit tersebut. Namun, hingga saat ini, belum ada pemberitahuan resmi atau konfirmasi bahwa uang senilai Rp 6,2 juta telah dikembalikan ke rekeningnya.
"Yang menjadi keluhan saya adalah mengapa pembayaran tiket yang gagal terbit tidak bisa langsung digunakan untuk pembelian tiket baru," ujar Darmandj dalam keluhannya. "Hal ini menyebabkan saya harus membeli tiket lagi dengan harga yang lebih mahal, menambah beban finansial yang tidak seharusnya terjadi."
Kesulitan dalam Menyampaikan Keluhan
Selain masalah refund, Darmandj juga mengungkapkan kesulitan dalam menyampaikan keluhan secara langsung. Ia merasa terbebani karena tidak dapat datang ke kantor Agoda di Indonesia, mengingat alamat fisik kantor tersebut tidak diketahui secara jelas oleh publik.
Keluhan ini disampaikan melalui email ke alamat darmandj180264@gmail.com, namun hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Agoda terkait masalah yang dialami. Situasi ini memperlihatkan tantangan yang dihadapi konsumen dalam mengakses layanan dukungan pelanggan yang efektif.
Implikasi bagi Konsumen dan Industri Perjalanan
Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan responsivitas dalam layanan platform perjalanan online. Konsumen seringkali bergantung pada janji refund ketika terjadi kegagalan transaksi, namun keterlambatan atau ketidakjelasan proses dapat menimbulkan kerugian signifikan.
- Pastikan konfirmasi tiket sebelum melakukan pembayaran penuh.
- Simpan bukti transaksi dan komunikasi dengan layanan pelanggan.
- Laporkan masalah ke otoritas konsumen jika tidak ada penyelesaian dari perusahaan.
Industri perjalanan digital diharapkan dapat meningkatkan sistem dan layanan untuk mencegah insiden serupa di masa depan, demi melindungi hak-hak konsumen dan menjaga kepercayaan publik.
