Jeffrey Cesari tumbuh besar dengan mengonsumsi ube, ubi ungu khas Filipina, setiap kali mengunjungi kerabatnya di sana. Namun, saat menemukan ube dalam bentuk latte di sebuah kafe di Istanbul tujuh bulan lalu, ide bisnis tiba-tiba muncul di benaknya.
Mantan auditor berusia 31 tahun ini berpikir jika orang-orang di Istanbul meminum ube latte, ia bisa meluncurkan produk serupa di kota asalnya, Paris. Namun, dalam perburuannya mencari ube yang bernama ilmiah Dioscorea alata, Cesari menyadari bahwa umbi asli ini sangat sulit didapat, terutama sejak popularitasnya meroket.
Mengatasi Tantangan Pasokan Ube
Cesari harus mencari pemasok ube yang andal untuk memenuhi permintaan. Ia menjalin kemitraan dengan petani di Filipina untuk memastikan pasokan tetap stabil. Meskipun tantangan logistik cukup besar, Cesari optimis bisnisnya akan berhasil.
Peluncuran Ube Latte di Paris
Setelah melalui proses persiapan yang matang, Cesari akhirnya meluncurkan ube latte di beberapa kafe di Paris. Minuman ini mendapat sambutan positif dari pelanggan yang penasaran dengan rasa unik ubi ungu. Cesari berencana memperluas jangkauan ke lebih banyak lokasi.
Kisah Cesari menunjukkan bagaimana inspirasi dari perjalanan dapat melahirkan peluang bisnis yang kreatif. Dengan tekad dan kerja keras, ide sederhana bisa menjadi kenyataan.



