Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Bebas Titipan dan Kekerasan Jelang Penerimaan Siswa Baru
Mensos Tegaskan Sekolah Rakyat Bebas Titipan Jelang Penerimaan Siswa

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Bebas Titipan dan Kekerasan Jelang Penerimaan Siswa Baru

Menjelang proses penerimaan siswa baru untuk Sekolah Rakyat, Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan arahan tegas kepada seluruh pemangku kepentingan. Arahan ini ditujukan kepada kepala sekolah, guru, dan wali asuh di seluruh Sekolah Rakyat di Indonesia untuk memastikan pelaksanaan yang tepat sasaran dan bebas dari pelanggaran.

Seleksi Berbasis Data, Tanpa Pendaftaran

Gus Ipul menekankan bahwa proses seleksi siswa tidak dilakukan melalui pendaftaran konvensional, melainkan melalui penjangkauan yang berbasis pada Data Tunggal Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). "Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran. Tapi Sekolah Rakyat melakukan penjangkauan yang berbasis DTSEN," tegas Gus Ipul dalam keterangan tertulis pada Rabu, 15 April 2026.

Ia mengingatkan agar tidak ada praktik titipan atau intervensi dalam proses seleksi ini. "Tidak perlu titip-titip, tidak perlu menyodor-nyodorkan nama, tidak boleh di antara kita melakukan KKN. Menteri Sosial tidak bisa titip, juga Bupati tidak bisa titip, Camat, Lurah tidak bisa titip," ujar Gus Ipul. Prinsip utamanya adalah memprioritaskan masyarakat yang paling membutuhkan, dengan proses seleksi yang mengedepankan kehati-hatian dan data resmi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Waspadai Penyimpangan dan Kekerasan

Gus Ipul menyebut rekrutmen sebagai titik krusial dalam keberhasilan Sekolah Rakyat dan mewanti-wanti potensi penyimpangan seperti manipulasi data dan intervensi pihak luar. "Saya mengulang lagi, waspadai titipan, intervensi pihak luar, dan manipulasi data. Tolong semua ikut menjaga ini," tegasnya.

Selain aspek rekrutmen, Gus Ipul juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan. Ia menegaskan sanksi tegas akan diberikan bagi pelaku pelanggaran, termasuk kekerasan fisik atau seksual. "Siapa pun yang melakukan kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan Sekolah Rakyat, kita akan berikan tindakan keras. Bisa jadi tidak ada lagi peringatan-peringatan, kita akan langsung berhentikan," ujar Gus Ipul.

Lingkungan Pendidikan Damai dan Disiplin

Gus Ipul menekankan pentingnya menjaga lingkungan pendidikan yang damai, inklusif, dan bebas intoleransi. "Tidak boleh ada tindakan intoleransi. Peaceful adalah pilihan kita untuk menyelenggarakan pendidikan yang damai di tengah perbedaan," katanya.

Dalam konteks pembinaan siswa, ia meminta peran aktif wali asuh dan tenaga pendidik untuk melakukan pendampingan intensif, termasuk deteksi dini terhadap potensi masalah perilaku. "Perlu adanya deteksi dini terhadap perilaku menyimpang calon siswa pada saat proses penjangkauan. Kalau memang ada hal-hal yang aneh, maka akan kita rehabilitasi," ujar Gus Ipul.

Ia juga menegaskan aturan disiplin, seperti larangan membawa laptop keluar kelas tanpa alasan apapun. Gus Ipul meminta seluruh tenaga pendidik aktif menyosialisasikan mekanisme Sekolah Rakyat kepada masyarakat dengan komunikasi yang baik, sambil menegaskan pentingnya kedisiplinan dan integritas.

Dukungan dari Tim Formatur dan Tenaga Ahli

Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof Mohammad Nuh, menegaskan esensi utama program ini adalah memberikan akses pendidikan bagi masyarakat paling rentan. "Hakikat sekolah rakyat itu yang paling penting adalah aksesabilitas bagi kaum duafa, bagi masyarakat di desil 1 dan desil 2," ujar Prof Nuh. Ia juga membuka ruang untuk usulan berbasis temuan lapangan guna melengkapi data resmi.

Di sisi lain, Tenaga Ahli Menteri Andi menyoroti kesiapan transisi dari sekolah rintisan ke sekolah permanen, yang menjadi fokus tahun ini. "Targetnya pembangunan SR permanen tahap dua sejumlah 100 titik diharapkan selesai di 20 Juni 2026, sehingga awal Juli kita sudah bisa moving ke sekolah permanen," ujar Andi. Ia memastikan berbagai skenario telah disiapkan untuk menjamin keberlanjutan proses belajar, termasuk bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas permanen.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga