Trump Rencanakan Regu Tembak dan Kursi Listrik untuk Eksekusi Mati Federal
Trump Rencanakan Regu Tembak dan Kursi Listrik

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana menambahkan metode alternatif untuk eksekusi mati di tingkat federal. Rencana tersebut mencakup penggunaan regu tembak, kursi listrik, dan gas yang menyebabkan asfiksia. Langkah ini diambil untuk memberikan opsi baru bagi terpidana mati atas kejahatan federal paling berat.

Laporan Departemen Kehakiman

Menurut laporan Reuters pada Sabtu, 25 April 2026, rencana itu tertuang dalam laporan Departemen Kehakiman AS. Laporan tersebut memenuhi janji Trump untuk melanjutkan hukuman mati federal pada masa jabatan keduanya. Namun, kemungkinan diperlukan waktu beberapa tahun sebelum eksekusi mati federal berikutnya dapat dijadwalkan.

Rekomendasi metode alternatif ini muncul saat otoritas kehakiman AS kesulitan memperoleh obat-obatan untuk metode suntikan mati. Sebelum masa jabatan pertamanya berakhir pada 2021, Trump yang didukung Partai Republik melanjutkan praktik eksekusi mati federal setelah jeda 20 tahun. Setidaknya 13 tahanan federal disuntik mati dalam beberapa bulan terakhir masa jabatan pertamanya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sejarah Eksekusi Mati Federal

Sebelumnya, hanya tiga eksekusi mati federal yang dilaksanakan dalam 50 tahun. Sebagian besar eksekusi mati di AS dilakukan oleh pemerintah negara bagian. Setelah kembali ke Gedung Putih untuk periode kedua tahun lalu, Trump mencabut moratorium eksekusi mati federal yang diberlakukan oleh mantan Presiden Joe Biden.

Departemen Kehakiman AS di bawah Trump saat ini mengupayakan hukuman mati terhadap lebih dari 40 terdakwa di berbagai wilayah, meskipun belum ada yang diadili. Setiap persidangan diperkirakan memakan waktu bertahun-tahun.

Pernyataan Pejabat

Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS Todd Blanche menekankan bahwa moratorium era Biden telah melemahkan hukuman mati federal dan mengabaikan korban serta keluarga mereka. Blanche menginstruksikan Biro Penjara untuk memodifikasi protokol eksekusi mati guna memasukkan cara-cara tambahan yang konstitusional, seperti regu tembak, kursi listrik, dan metode asfiksia gas yang dipelopori Alabama pada 2014.

Laporan Departemen Kehakiman menyebutkan bahwa penambahan metode alternatif akan memungkinkan eksekusi mati tetap berjalan meskipun obat tertentu tidak tersedia. Suntikan mati memang menjadi metode paling umum di AS, namun memiliki tingkat kegagalan lebih tinggi dan kesulitan dalam memperoleh obat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga