TNI AD Turunkan Status Siaga dari Satu ke Tiga untuk Pengamanan Idul Fitri
TNI AD Turun Siaga dari Satu ke Tiga untuk Idul Fitri

TNI AD Turunkan Status Siaga dari Satu ke Tiga untuk Pengamanan Idul Fitri

Jakarta - Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen Donny Pramono, mengumumkan bahwa penerapan pengamanan TNI AD kini telah diturunkan dari status siaga satu menjadi siaga tiga. Penurunan status ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan pasukan dalam mengamankan wilayah selama masa Lebaran 2026 yang akan datang.

"Kita melaksanakan kegiatan siaga tiga karena juga kita akan melaksanakan kegiatan Idul Fitri," kata Donny saat bertemu dengan awak media di Markas Besar TNI AD, Jakarta, pada hari Kamis. Pernyataan ini menegaskan bahwa perubahan status siaga ini terkait langsung dengan persiapan untuk perayaan hari raya umat Islam tersebut.

Perbedaan Siaga Satu dan Siaga Tiga

Menurut penjelasan Brigjen Donny Pramono, baik siaga satu maupun siaga tiga tidak dimaksudkan untuk merespons situasi konflik atau gelombang peperangan di wilayah mana pun. Dia menekankan bahwa siaga satu sebelumnya hanya digunakan untuk memeriksa kelengkapan alat utama sistem senjata dan kesiapan seluruh elemen prajurit.

Sebagai informasi, apel gelar pasukan yang digelar di Silang Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (7/3) lalu disebut sebagai bagian dari pengamanan siaga satu. Setelah masa siaga satu selesai, Donny menjelaskan bahwa TNI AD baru akan mengerahkan personel secara penuh untuk melakukan penjagaan selama Idul Fitri.

"Jadi eskalasi diturunkan jadi siaga tiga. Demikian untuk kita menghadapi rencana kegiatan Idul Fitri," jelas Donny. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan status siaga merupakan langkah strategis dalam menghadapi kegiatan keagamaan yang besar.

Pengerahan Personel untuk Pengamanan Ramadan dan Lebaran

Donny melanjutkan bahwa saat ini personel TNI AD telah dikerahkan untuk menjaga beberapa objek vital negara selama bulan suci Ramadan. Selain itu, personel juga telah ditempatkan di beberapa titik keramaian untuk memastikan bahwa masa mudik dan libur Lebaran 2026 berjalan dengan kondusif dan aman.

Dengan adanya pengerahan pasukan ini, Donny berharap masyarakat dapat menikmati momentum Idul Fitri tahun ini dengan aman dan khidmat. Langkah-langkah pengamanan ini dirancang untuk memberikan rasa nyaman dan keamanan bagi seluruh warga yang merayakan.

Kesiapsiagaan TNI AD dalam menghadapi berbagai situasi terus ditingkatkan, dengan penekanan pada fungsi pengamanan yang proaktif dan responsif. Penurunan status siaga dari satu ke tiga mencerminkan adaptasi terhadap kebutuhan operasional yang lebih spesifik, terutama dalam konteks pengamanan acara besar seperti Idul Fitri.

Dengan demikian, TNI AD menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, sekaligus mendukung kelancaran kegiatan keagamaan dan sosial di masyarakat. Semua langkah ini diambil dengan pertimbangan matang untuk memastikan keselamatan dan ketertiban umum selama periode penting tersebut.